DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 18 Juni 2019 / 06:49 WIB

Penataan Malioboro Tetap Akomodir PKL

YOGYA, KRJOGJA.com - Geliat perekonomian di Malioboro tetap akan tumbuh meskipun kawasan tersebut direncanakan diterapkan semi pedestrian. Pemda sekaligus akan tetap mengakomodasi dan memfasilitasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Malioboro agar tetap bisa berjualan.

Menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana, awalnya memang harus mengubah kebiasaan masyarakat yang biasanya mengakses Malioboro dengan kendaraan bermotor pribadi. Mengubah kebiasaan ini juga membutuhkan waktu dan penyesuaian dari, yang biasanya bisa parkir dekat dengan toko, kini harus berjalan atau menggunakan moda angkutan tradisional dan Trans Jogja.

"Jika rencana kawasan semi pedestrian diberlakukan di Malioboro, tentu telah disiapkan sarana transportasi yang bisa mengakses dengan mudah. Angkutan umum Trans Jogja, andong dan becak kayuh masih diperbolehkan melintas di kawasan Malioboro sehingga tidak full pedestrian," ujar Tri Saktiyana di Yogyakarta.

Masyarakat diharapkan bisa menyikapi penataan atau perubahan tersebut dengan bijak dan mampu menyesuaikan kondisi kawasan Malioboro yang sudah padat dengan kapasitasnya yang terbatas. Jika kondisi kawasan Malioboro tersebut dibiarkan terus menerus justru akan menimbulkan ketidaknyamanan semua pihak, tidak terkecuali masyarakat maupun wisatawan. "Baru akan diuji coba untuk diterapkan, jika sudah akan dievaluasi plus minusnya," tandasnya.

Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY tersebut menuturkan, Pemda DIY tentunya sudah memikirkan skenarionya bersama dengan Pemkot Yogyakarta. Pihaknya sudah mendirikan sentra PKL di gedung eks bioskop Indra guna menampung dan memfasilitasi PKL di kawasan Malioboro tersebut. (Ira)