Peristiwa Editor : Ivan Aditya Senin, 17 Juni 2019 / 20:40 WIB

Yusril Anggap Tim Prabowo Cari Alasan

JAKARTA, KRJOGJA.com - Ketua Tim Pengacara paslon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra menilai paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak mampu menghadirkan saksi yang dapat memberikan kesaksian dalam sidang PHPU Pilpres 2019 yang akan kembali dilaksanakan di Mahkamah Konstitusi.

Menurutnya, ketidakmampuan itu terlihat dari langkah tim pangacara Prabowo-Sandi mendatangi LPSK untuk meminta perlindungan bagi para saksi yang mereka akan ajukan ke MK. Ia menilai laporan ke LPSK hanya merupakan cara agar Prabowo-Sandi tidak menghadirkan para saksi yang sebenarnya tidak dapat memberikan kesaksian.

"Kami menganggap justru laporan ke LPSK itu merupakan satu teror psikologis kepada masyarakat seolah-olah para saksi yang akan diajukan ke MK ini dihalang-halangi, diteror, dan ditakut-takuti. Sehingga nanti ujung-ujungnya tidak datang ke MK," ujar Yusril.

Yusril menuturkan saksi yang dihadirkan dalam persidangan tak hanya sekedar disumpah ketika akan memberikan kesaksian. Akan tetapi, ia menyebut saksi juga harus mampu memberikan kesaksian atas sebuah fakta sesuai apa yang dilihat, dengar, dan ketahuinya.

"Nah karena tidak mampu lantas 'oh kami ditakut-takuti, ok kami diteror, dan sebagainya'. Itu bisa terjadi seperti itu," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Yusril meminta masyarakat tidak langsung menuding pihak Jokowi-Ma'ruf sebagai pihak yang menghalangi, mengancam dan meneror saksi 02 yang akan dihadirkan ke MK. Tim Jokowi berharap persidangan berlangsung dengan jujur dan adil, termasuk dalam hal memberi ruang bagi seluruh pihak yang berpekara untuk memberikan kesaksian yang lengkap. (*)