Jateng Editor : Ivan Aditya Senin, 17 Juni 2019 / 18:43 WIB

Orangtua Siswa Keluhkan PPDB Online

KENDAL, KRJOGJA.com - Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMP dengan sistem online menuai keluhan dari para orangtua. Pasalnya dengan sistem online dinilai menyulitkan, sebab tidak banyak orangtua yang menguasai cara kerja komputer dan internet.

Hari pertama PPDB online SMP yang dilaksanakan serentak di Kendal, Senin (17/06/2019). Padahal dengan sistem online sebenarnya orang tua calon peserta didik tidak perlu datang ke sekolah, cukup mendaftar via online atau bisa melalui smartphone dengan masuk ke laman https://kendal.siap-ppdb.com/.

Namun karena tidak banyak yang mengetahui sistem PPDB online, maka tak sedikit orangtua datang ke sekolah dengan membawa bukti berkas-berkas serta anaknya untuk mendaftar sekolah. Akhirnya pihak sekolah harus menerjunkan operator guna membantu orangtua siswa yang membludak datang ke sekolah.

Widya warga Brangsong mengaku kesulitan saat mendaftarkan anaknya di SMP 1 Brangsong. “Tidak tahu kalau ada sistem PPDB dan mendaftarnya harus online. Tadi dari rumah langsung ke sini bersama anak dengan membawa berkas-berkas lengkap sekalian,” ujar Widya.

Ia mengaku kesulitan lantaran tidak mengetahui cara mendaftarkan anaknya secara online. “Tidak tahu cara menggunakan komputer dan cara memasukkan data. Akhirnya dibantu pihak sekolah memasukkan datanya,” lanjutnya.

Hal senada ditakan Ahmad Sodikin warga Kelurahan Kalibuntu Kecamatan Kendal yang akan mendaftarkan anaknya masuk ke SMP 1 Kendal. Ia mengaku juga tidak mengetahui tata cara pendaftaran lantaran minimnya sosialisasi.

Lantaran tidak mengerti cara mendaftar secara online, maka saat mendaftar dibantu oleh anaknya yang mengerti tentang internet. “Tadi mendaftar dibantu anak saya yang besar, kalau tidak dibantu saya sih tidak paham," ujar Sodikin.

Sistem zonasi membuat sejumlah orangtua calon peserta didik mengalami kesulitan lantaran belum mengetahui secara jelas terkait sistem yang digunakan. Salah satunya dialami Rinto, ia harus kembali untuk melakukan perbaikan data terkait domisili.

"Memang agak susah untuk ukuran kita orangtua, tapi sistem online sebenarnya membuat jadi ringkas. Ini saya salah mengisi alamat, karena saya mengisi sesuai KK dan yang diminta adalah sesuai domisili saat ini" tutur Rinto.

Kepala Sekolah SMP 1 Brangsong Sri Hardanto menjelaskan selama pendaftaran tidak mengalami kesulitan lantaran pihkanya menyediakan 10 operator untuk membantu orang tua siswa yang mendaftar dan datang ke sekolah.

"Sampai saat ini semua masih lancar tidak ada kendala, untuk sistem zonasi ini ada kategorinya yaitu 90 persen siswa yang diterima berdasarkan jarak atau masuk dalam zonasi KK dan kecepatan mendaftar, kemudian 5 persen merupakan jalur prestasi dan 5 persen lainnya adalah calon siswa yang orang tuanya karena mutasi jabatan" Jelas Sri Hardanto.

Ketua Panitia PPDB SMP Negeri 1 Kendal, Edy Mahrozi mengatakan, pihak sekolah menyediakan 10 unit komputer dan petugas untuk membantu mendaftarkan secara online. Namun sebagian besar sudah nendaftar secara online sendiri di rumah. Setelah mendaftarkan secara online, selanjutnya dilakukan verifikasi di sekolah pada jam kerja. "Bagi yang tidak bisa mendaftar online sendiri, maka akan dibantu operator dengan datang ke sekolah," ujar Edy.

Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Parno mengatakan, pada tahun 2019 ini jumlah siswa yang akan diterima di SMP Negeri se Kendal sebanyak 8.800 siswa. Di Kabupaten Kendal jumlah SMP Negeri sebanyak 50 sekolah.  “Jumlah kelulusan SD tahun 2019 sebanyak 13.260 anak, sehingga sisanya dari 8.800 anak akan ditampung di sekolah swasta," ujar Parno. (Ung)