DIY Editor : Danar Widiyanto Senin, 17 Juni 2019 / 00:50 WIB

Giwangan Masuk Dalam Daftar Percontohan Renovasi Terminal Tipe A, Kenapa?

YOGYA, KRJOGJA.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau langsung kesiapan Terminal Giwangan yang menjadi salah satu terminal yang bakal direnovasi menjadi terminal berstandar bandara oleh pihak pusat. Hal itu dikarenakan Yogyakarta menjadi tujuan wisata.

"Yogya salah satu kota tujuan wisata, jadi kami melihat bahwa Terminal Giwangan harus direvitalisasi, agar orang-orang yang selama ini tak naik bus, bisa naik bus lagi," kata Budi kepada wartawan di Terminal Giwangan, Minggu (16/06/2019). 

Menurutnya, karena Yogya menjadi salah satu pemilik titik keramaian. Sembari merenovasi terminal juga akan dibuat tempat persewaan yang baik, misalnya tenant nanti ditata. Karena tren dimasyarakat ketika jalan-jalan kebanyakan dari mereka akan melihat atmosfir tempat itu, tentu banyak arsitek di Yogya yang dapat diajak kerja sama.

"Ini menjadi konsen kita, Yogya akan jadi satu dari lima percontohan yang akan kita bangun tahun ini. Saya minta ke pak Wali kerja sama dengan kementerian, kita akan bangun di sini beberapa fungsi," tambahnya.

"Tapi secara umum kita ingin tingkat pelayanan meningkat, tentunya persiapkan SDM, nanti kita beri pembinaan pelatihan, nanti waktu membangun juga dipikirkan bahwa ruang yang akan dipakai adalah nanti yang berguna, jangan sampai useless," sambung Budi.

Setelah dibangun terminal, rencananya Pemerintah memberlakulan program atau project bernama Buy The Service di Terminal Giwangan. Dimana dalam program tersebut pemerintah tak memberi bus, namun pemerintah akan subsidi bagi masyarakat untuk naik bus. Misal tiket Rp 10 ribu, subdisi Rp 5 ribu.

"Yang sediakan bus siapa, yaitu pihak swasta. Saya mengundang swasta yang punya PO. Kami juga usulkan ke kemendagri dan kemenkeu, bagi perpajakan bus ini. Kami berpikir angkutan individu mulai ditinggalkan, untuk beralih ke angkutan massal," pungkasnya. (Ive)