Olahraga Editor : Danar Widiyanto Minggu, 16 Juni 2019 / 22:10 WIB

Detec Jr Open 2019, Cari Christoper Rungkat-Aldila Suciati Baru di Indonesia

YOGYA, KRJOGJA.com - Yogyakarta untuk kali pertama menjadi tuan rumah turnamen tenis junior bertajuk Detec Jr Open 2019. 17-22 Juni 2019, Lapangan UNY, UGM dan RS DKT akan menjadi saksi pertarungan petenis-petenis junior Indonesia berebut peringkat terbaik di kelompok usia (KU) 8, 10, 12, 14, 16 dan 18 tahun. 

Deddy Prasetyo, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP Pelti yang juga penggagas Detec Jr Open mengungkap 2019 ini menjadi tahun berbeda karena untuk pertama kali turnamen diselenggarakan di Yogyakarta. Namun begitu, ternyata animo peserta semakin banyak dari tahun lalu yang terbukti melebihi ekspektasi penyelenggara. 

“Tahun ini karena Gelora Manahan direnovasi akhirnya kita geser ke Yogyakarta dan ternyata di luar dugaan pesertanya jauh lebih banyak. Tahun 2018 lalu peserta 390 dan kali ini ternyata meski belum ditutup sudah lebih dari 400,” ungkapnya pada wartawan di sesi konferensi pers Minggu (16/6/2019) siang. 

Secara khusus, Detec Jr Open menurut Deddy akan menjadi salah satu cara menjaring bakat-bakat baru petenis muda Indonesia. Direktur Teknik PP Pelti Frank van Fraayenhoven pun dijadwalkan hadir untuk melihat langsung permainan para pemain di event tersebut. 

“Saat ini role model kita masih Christo (Rungkat) dan Aldila (Suciani). Kami ingin mencetak generasi penerus mereka dan mengembalikan kejayaan tenis kita seperti masa tahun 80-90-an lalu. Proses mereka dulu dari junior juga dan kami coba mengembalikan ekosistem pembibitan tenis,” sambung dia. 

Di event tahun ini, para peserta terbilang sangat kompetitif di mana nama-nama peringkat atas di tiap kelompok usia ikut berpartisipasi. “Karena momennya pas liburan sekolah jadi para pemain antusias sekali. Harapannya bisa lancar dan mungkin karena responnya bagus bisa diadakan rutin di Yogyakarta bahkan tingkat internasional,” tandas dia. 

Para juara nantinya akan masuk training camp dan dilatih langsung Direktur Teknik PP Pelti Frank van Fraayenhoven. Mereka akan menjadi generasi penerus tenis Indonesia yang akan terus dipantau perkembangannya waktu demi waktu. (Fxh)