DIY Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 16 Juni 2019 / 14:20 WIB

Harga Jual Sapi Menurun, Peternak Mengeluh

WONOSARI, KRJOGJA.com - Peternak sapi di Kabupaten Gunungkidul mengeluhkan turunnya harga hewan ternak terutama sapi dan kambing dalam dua minggu terakhir hingga Jumat (14/6). Sebulan lalu harga sapi sudah mengalami penurunan sekitar 5-10 persen, kini semakin turun hingga mencapai 20 persen. 

Untuk jenis sapi potong program penggemukan rata-rata mengalami penurunan sekitar Rp 750.000 hingga Rp 1.000.000 Harga semula Rp 18.000.000, kini hanya Rp 17.500.000 dengan tingkat daya beli semakin menurun. "Banyak peternak yang telanjur membawa sapi ke pasar untuk dijual terpaksa dibawa pulang lantaran harganya
menurun,” kata Tumiyo, pedagang sapi warga Tanjungsari di Pasar Munggi, Jumat (14/6).

Hingga saat ini peternak dibuat bingung dengan kondisi harga pasar yang cenderung fluktuatif. Hampir setiap minggu harganya
terus menurun dan kondisi seperti ini dikhawatirkan akan terus berlanjut. Sementara penyebab turunnya harga sapi juga belum diketahui apakah dampak terjadinya serangan antraks di Kecamatan Karangmojo atau bertepatan dengan menjelang pendaftaran sekolah bagi siswa SMP/SMA/SMK dan perguruan tinggi. Tetapi dari sejumlah pedagang menyatakan bahwa saat ini memang terjadi penurunan permintaan pasar.  "Kami berharap pemerintah turun tangan terkait dengan kondisi harga ternak yang terus menurun ini,” imbuhnya.

Penurunan harga ternak di Gunungkidul ini tidak hanya untuk jenis sapi tetapi juga kambing. Untuk harga kambing yang dua minggu lalu dalam kisaran antara Rp 1.500.000 kini turun dalam kisaran Rp 1.300.000-Rp 1.400.000. Sedangkan kambing pejantan harganya dalam kisaran Rp 2.000.000 hingga Rp 2.300.000/ekor Sedangkan untuk kambing indukan saat ini harganya hanya dalam kisaran Rp 1.400.000- Rp 1.500.000. Padahal dua minggu sebelumnya harganya dalam kisaran antara Rp 1.200.000-Rp 1.300.000. “Prediksi harga sapi dan kambing ini diperkirakan akan mulai membaik pada bulan Juli-Agustus mendatang,” ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnu Broto menyatakan, terjadi penurunan harga ternak dalam beberapa hari terakhir ini bukan semata-mata karena disebabkan adanya serangan penyakit antraks di Kecamatan Karangmojo. Berbagai upaya untuk mencegah penularan dan menimbulkan dampak terhadap harga jual ternak sudah dilakukan. Di antaranya melakukan pembatasan penjualan sapi terutama di wilayah yang diindikasikan terjadi serangan antraks. "Kami meyakini adanya serangan antraks di Kecamatan Karangmojo tidak berdampak terhadap penurunan harga, karena semua sudah diantisipasi,” terangnya. (Bmp)