Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 16 Juni 2019 / 10:09 WIB

Berubah ke PPDB Online, Pemkab ‘Rogoh’ APBD P

KARANGANYAR, KRJOGJA.com- Pemkab Karanganyar terpaksa mengambil mekanisme mendahului anggaran APBD perubahan 2019 untuk membiayai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem online di 51 SMPN. Kebutuhannya lebih dari Rp 200 juta.

“Sistem <I>offline<P> pada PPDB yang dipakai, ternyata menuai masalah. Padahal sistem itu untuk menyikapi anggaran BOS yang tidak bisa dipakai membiayai PPBD <I>online<P>. Maka dari itu, PPDB diundur dari 13-18 Juni menjadi 1-4 Juli. Anggarannya ditanggung APBD perubahan yang dicairkan mendahului penetapan,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono kepada <I>KR<P>, Jumat (14/6).

Berdasarkan perhitungan, sistem <I>online<P> PPDB membutuhkan Rp 4 juta per sekolah. Dengan 51 SMPN yang menyelenggarakan PPDB dalam jaringan, maka dibutuhkan minimal Rp 204 juta. Juliyatmono mengaku optimis penyelenggaraannya bisa dilakukan.

“Diundur 1-4 Juli itu tidaklah terlambat. Lagipula, tahun lalu PPDB SMPN dilakukan secara <I>online<P>. Pada tahun ini, ada aturan BOS tidak boleh untuk membiayai. Sehingga dibiayai APBD kabupaten,” katanya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agus Haryanto mengatakan jalur PPDB tingkat SMP tahun 2019 di Karanganyar dilakukan dengan menggunakan tiga sistem, yaitu zonasi, prestasi dan perpindahan orangtua. Sistem zonasi terbagi dalam empat zona. Zona I penduduk yang berada di RW di mana sekolah itu berada dan RW yang berbatasan langsung dengan sekolah tersebut. Zona II untuk wilayah kecamatan di mana sekolah itu berada. Sedangkan untuk zona III lingkup kabupaten dan zona IV di luar kabupaten.

"Dalam sistem zonasi ini kalau di zana I pasti diterima. Kalau di zona II kuotanya cukup, ya sudah di zona II. Kalau pendaftarnya kelebihan memang siapa yang duluan daftar, itu yang akan diterima," terang Agus.

Sebelumnya, sistem pendaftaran <I>offline<P> yang diterapkan menimbulkan kekisruhan jelang pendaftaran PPDB SMP dibuka, Kamis (13/6). Ratusan orangtua calon murid menunggu antrean pendaftaran dibuka. Mereka khawatir anak-anaknya tidak dapat jatah calon peserta didik baru di zona 1 apabila terlambat mendaftar. Sejak Rabu sore, mereka berjubel di depan loket pendaftaran yang akan dibuka pukul 07.30 WIB pada keesokan harinya.

Tiba-tiba, terbit surat edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar, Tarsa terkait penundaan pendaftaran dari semula 13-18 Juni menjadi 1-4 Juli. Selain itu, sistem pendaftaran semula <I>offline menjadi online (Lim)