Peristiwa Editor : Ivan Aditya Sabtu, 15 Juni 2019 / 18:10 WIB

Lukisan ‘Maria Assumpta’ Atasi Kerinduan Berbahasa Jawa

NIJMEGEN, KRJOGJA.com - Lukisan karya Basuki Abullah saat muda, ‘Maria Assumpta’ atau lukisan Bunda Maria Berangkat ke Surga akan dipamerkan di museum bergengsi Belanda, Rijksmuseum. Dalam lukisan tersebut Bunda Maria terangkat ke surga melayang di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbau dengan mengenakan busana Jawa kain motif Parangrusak, berkebaya beludru warna gelap, bros giwang bangsawan Jawa.

Dengan menariknya karya Basuki Abdullah tersebut membuat banyak orang Indonesia datang melihat ke Nijmegen. Sehingga bisa mengatasi kerinduan berbicara Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa.

Pastor Kepala di Aqua Viva Nijmegen Romo Jan Bentvelzen SJ mengemukakan hal tersebut ketika menerima kunjungan Duta Besar RI I Gusti Agung Wesaka Puja, baru-baru ini. Menurut Romo Bentvelzen lukisan tersebut dibuat  Basoeki Abdullah saat  studi di Belanda, tahun 1935. Jadi Basuki Abdullah masih berusia 20 tahun.

Dalam siaran pers KBRI yang diterima KRJOGJA.com, Sabtu (15/06/2019) sore disebutkan Dubes Puja dalam sambutan mengakui lukisan ini terasa ‘sangat Indonesia’. Karena digambarkan Bunda Maria melayang di atas  hamparan teras-teras sawah, hutan, aliran sungai dan juga pohon kelapa. Memberikan kesan, lanjut Puja,  Bunda Maria tengah memberkati Indonesia.

"Lukisan ini sarat dengan makna dan seperti tengah berbicara dengan kita bahwa terdapat kesatuan yang tidak terpisahkan antara kekuatan Ilahi, alam, dan kita sebagai manusia di dalamnya,” ucap Duta Besar Puja.

Selain menjelaskan mengenai lukisan, Romo Jan Bentvelzen SJ dan Romo Dr Eduard Kimman SJ menyampaikan pula, selain mereka berdua, di Aqua Viva saat ini terdapat tiga orang lagi pastor senior yang pernah menghabiskan waktu lama di Indonesia. Termasuk dua orang pastor yang cukup dikenal di kalangan umat Katolik di Indonesia, yaitu Romo Ernst Bolsius SJ yang sebelumnya merupakan pengajar di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta  dan Romo J Vossen Waskita SJ, yang pernah berkarya di berbagai wilayah di Jawa Tengah dan Yogyakarta, seperti Seminari Mertoyudan dan Gereja Kidul Loji Yogyakarta. (Fsy)