Jateng Editor : Agus Sigit Jumat, 14 Juni 2019 / 16:33 WIB

Peringati Hari Purbakala, Puluhan Pelajar Bersih-bersih Borobudur

MAGELANG, KRJOGJA.com - Puluhan pelajar dari beberapa sekolah di Magelang dan masyarakat mengikuti kegiatan bersih-bersih batu Candi Borobudur, Jumat (14/6/2019). Bahkan sekitar pukul 13.30 juga dilaksanakan acara "Belajar Baca Relief Yuuuk !" di Candi Borobudur.

Ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Purbakala Nasional ke-106 tahun 2019 yang dilaksanakan Balai Konservasi Borobudur (BKB). Dalam rangkaian ini juga BKB juga melaksanakan acara talkshow bertemakan "Bulan Pancasila dan Purbakala" dengan menampilkan beberapa nara sumber, Kamis (13/6/2019) lalu. Sedang tema peringatan Hari Purbakala Nasional ke-106 ini adalah “Jalinan Kebhinekaan Cagar Budaya sebagai Identitas Bangsa".

Tanggal 14 Juni 1913 merupakan berdirinya Oudheidkundig Dienst atau Dinas Purbakala. Dinas ini mempunyai tanggungjawab melakukan eksplorasi, ekskavasi, dokumentasi, registrasi dan deskripsi tinggalan kuno, pengawasan berkoordinasi dengan pemerintah lokal, dan melaksanakan usaha-usaha konservasi seperti rekonstruksi, serta penelitian meliputi epigrafi, dengan objeknya meliputi monumen Hindu-Buddha, artefak dari masa Islam, China dan Eropa. Sejak tahun 1920 juga mencakup tinggalan prasejarah.

Tanggungjawab tersebut merupakan pembaruan dari Commissie in Nederlandsch-Indië voor Oudheidkundig Onderzoek op Java en Madoera, atau Komisi Hindia Belanda untuk Penelitian Purbakala di Jawa dan Madura, yang ruang lingkupnya hanya terbatas pada monument Hindu-Buddha saja.

Melihat pentingnya pendirian Dinas Purbakala dalam sejarah pelestarian tinggalan purbakala dan konservasi cagar budaya di Indonesia, setiap tahunnya tanggal 14 Juni diperingati sebagai Hari Purbakala Nasional. Peringatan ini merefleksikan kembali bagaimana perhatian terhadap kelestarian situs-situs purbakala telah dan akan terus menjadi prioritas pemerintah nasional.

Kepala Balai Konservasi Borobudur Tri Hartono mengatakan pelestarian kawasan cagar budaya Borobudur, sebagai cagar budaya peringkat nasional, harus menjadi tanggungjawab semua pihak secara dinamis dan dilakukan tidak hanya agar fisiknya lestari tetapi juga memberikan kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Aktualiasi dan revitalisasi nilai-nilai yang terkandung di candi dapat dilakukan untuk pemajuan kebudayaan dan peningkatan taraf hidup dan sosial masyarakat di kawasan Borobudur. (Tha)