Jateng Editor : Agus Sigit Jumat, 14 Juni 2019 / 14:45 WIB

Petani Pesisir Kebumen Optimis Hadapi Kemarau

KEBUMEN, KRJOGJA.com - Berlangsung musim kemarau mendatangkan keuntungan tersendiri bagi para petani kawasan pesisir atau Urut Sewu Kebumen. Karena itu, berlangsungnya musim kemarau saat ini justru mereka hadapi dengan penuh semangat.

"Kemarau justru bisa menghindarkan tanaman dari aneka penyakit akibat hama maupun jamur, virus dan bakteri ," ujar petani Desa Bercong Kecamatan Buluspesantren Kebumen, Sunoto, di lahannya, Jum'at (14/06/2019).

Menurut Sunoto, selain akan menunjang pertumbuhan tanaman, kondisi tanaman yang sehat juga akan menunjang daya produksi tanaman.

"Bila tanaman sehat dan pertumbuhannya bagus, maka produksi buah atau umbinya pasti akan bagus pula," ujar Sunoto.

Dengan kondisi tanaman yang sehat, maka akan menghemat pula biaya perawatan karena petani tak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk pembelian obat pembasmi hama dan penyakit. Di samping itu, pembelian pupuk juga bisa dihemat karena pupuk tak hanyut oleh air hujan.

Adapun tanaman palawija yang banyak ditanam oleh petani Urut Sewu di Kecamatan Mirit, Ambal, Buluspesantren dan Klirong di musim kemarau adalah jagung. Disusul oleh kacang tanah, singkong dan kedelai. Sedangkan areal tanaman buah semusim seperti semangka dan melon juga lebih luas dibandingkan di musim penghujan. Tanaman cabai, tomat dan terong juga banyak ditanam
oleh sebagian petani.

"Di musim kemarau petani Urut Sewu masih menjadikan jagung dan kacang tanah sebagai palawija yang paling diandalkan. Diharapkan, kami bisa panen raya jagung dan kacang tanah di musim kemarau ini," ujar petani Desa Entak Kecamatan Ambal, Marsudi.

Menurut Marsudi, petani pesisir Kebumen tergolong mandiri karena tak mengandalkan air irigasi. Guna penyiraman tanaman mereka melakukan penyedotan air tanah dengan mesin diesel.

"Agar tidak boros, pengambilan air tanah harus diatur jadwal dan lama penyedotannya. Misalnya untuk penyiraman tanaman jagung cukup dilakukan seminggu dua kali, namun air harus diupayakan menggenang di permukaan tanah saat penyiraman dilakukan," ujar Marsudi. (Dwi)