Jateng Editor : Agus Sigit Kamis, 13 Juni 2019 / 17:46 WIB

Desa Belum Siap, Rencana Penutupan TPS Kartasura Ditunda

SUKOHARJO, KRjogja.com - Rencana penutupan tempat pembuangan sementara (TPS) sampah di Kecamatan Kartasura tepatnya di depan terminal bus Kartasura kemungkinan besar ditunda dari rencana awal Juli tahun 2019 menjadi Januari 2020. Penundaan disebabkan karena faktor belum adanya kesiapan dri pihak pemerintah desa. Sebab nantinya setelah TPS ditutup sampah harus dikelola sendiri oleh pemerintah desa.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo Agustinus Setiyono, Kamis (13/6) mengatakan, DLH Sukoharjo sebelumnya sudah menetapkan rencana awal penutupan TPS Kartasura pada Juli 2019. Hal itu dilakukan karena tingginya volume sampah buangan masyarakat. Akibatnya membuat petugas kewalahan untuk melakukan pengangkutan. Dampak lainnya juga membuat lingkungan menjadi kotor.

DLH Sukoharjo sudah sejak jauh hari melakukan sosialisasi ke pemerintah desa se Kecamatan Kartasura. Mereka diminta bersiap melakukan pengelolaan sampah secara mandiri mengingat ada penutupan TPS Kartasura pada Juli 2019. Petugas juga telah memberikan pendampingan berkaitan dengan cara pengelolaan sampah tersebut. Salah satunya dengan membuat bank sampah atau memanfaatkan secara modern pengelolaanya.

Seiring berjalannya waktu sudah ada beberapa desa siap melakukan pengelolaan sampah secara mandiri. Namun ternyata masih banyak desa lainnya belum siap. Kondisi tersebut menjadi catatan sendiri bagi DLH Sukoharjo untuk berencana melakukan penundaan penutupan TPS Kartasura.

Rencana penundaan menjadi putusan terakhir karena DLH Sukoharjo khawatir apabila dipaksakan justru berdampak buruk. Sebab TPS Kartasura setelah ditutup maka pemerintah desa mengalami kesulitan melakukan pembuangan sampah yang dihasilkan masyarakat. Kondisi tersebut dikhawatirkan justru akan menjadi kekhawatiran petugas.

“DLH Sukoharjo berharap pada Januari 2020 TPS Kartasura bisa ditutup dan pemerintah desa siap melakukan pengelolaan sampah sendiri. Artinya sampah yang dihasilkan warga masyarakatnya di desa tersebut akan dikelola atau dibuang sendiri oleh pihak desa. Kalaupun ada buangan yang harus diambil DLH Sukoharjo jumlahnya tidak sebanyak sebelumnya,” lanjutnya.

Sampah dari desa ditegaskan Agustinus nantinya tetap akan dibuang ke TPA Mojorejo, Bendosari seperti sebelumnya. Namun berbeda setelah pemerintah desa melakukan pengelolaan sendiri sampah.

Pengurangan volume sampah buangan ke TPA Mojorejo, Bendosari terus dilakukan DLH Sukoharjo. Sebab kondisi sekarang sudah sangat tinggi mencapai 130 – 150 ton perhari. Bahkan saat Lebaran kemarin naik menjadi 160 ton perhari. Sampah dapat dikurangi dengan cara dikelola pihak desa. (Mam)