DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 13 Juni 2019 / 11:57 WIB

Inflasi DIY Terkendali

YOGYA, KRJOGJA.com - Inflasi DIY terkendali sebesar 0,42 persen (mtm) seiring dengan terjaganya pasokan pangan memasuki bulan Ramadan hingga sepanjang Mei 2019. Pencapaian tersebut lebih rendah dibandingkan dengan inflasi April 2019 sebesar 0,46 persen (mtm) dan terendah dalam 4 tahun terakhir. Dengan realisasi tersebut, laju inflasi tahun kalender 2019 mencapai 1,49 persen (ytd) dan inflasi tahunan 3,33 persen (yoy).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Sri Fitriani yang disapa Fifin mengungkapkan, rendahnya inflasi Mei 2019 tersebut dapat dicapai seiring terkendalinya inflasi kelompok pangan bergejolak (volatile food) Mei 2019 yang tercatat 0,89 persen (mtm), jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode April 2019 sebesar 2,15 persen (mtm) maupun inflasi volatile food lebaran 2018 sebesar 1,21 persen (mtm).

"Masih berlangsungnya panen raya komoditas beras dan bawang merah, kelancaran arus distribusi barang seiring dengan perkembangan infrastruktur, dan peningkatan perdagangan antar daerah mendorong terjaganya kecukupan pasokan pangan di DIY," katanya di kantornya.

Fifin menjelaskan, panen raya bawang merah dan beras sejak April mendorong penurunan harga kedua komoditas tersebut masingmasing mengalami deflasi sebesar -17,96 persen (mtm) dan -1,08 persen (mtm). Deflasi kedua komoditas pangan tersebut dapat mengkompensasi peningkatan harga daging ayam dan cabai merah yang masing-masing mengalami inflasi 9,20 persen (mtm) dan 10,80 persen (mtm). Dengan terjaganya komoditas pangan, sumber tekanan inflasi Mei 2019 berasal dari kelompok administered prices, utamanya pada kelompok transportasi.

"Lonjakan permintaan pada moda transportasi angkutan udara dan kereta api untuk keperluan mudik mendorong adanya peningkatan harga masing-masing sebesar 5,90 persen (mtm) dan 15,28 persen (mtm) dibanding bulan sebelumnya. Khusus untuk tarif angkutan udara, penurunan tarif batas atas terpantau mulai membawa dampak positif terhadap fluktuasi harga. Peningkatan tarif angkutan udara untuk keperluan mudik kali ini lebih rendah dibandingkan rata-rata lonjakan harga pada lebaran tahun 2018 sebesar 7,83 persen (mtm)," tuturnya.

Sejalan dengan terjaganya inflasi di DIY, Fifin mengatakan tekanan inflasi inti pada Mei 2019 juga terjaga didukung ekspektasi inflasi masyarakat yang semakin baik melalui sosialisasi dan edukasi. Hal ini tidak terlepas dari kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY yang gencar melakukan sosialisasi dan edukasi inflasi baik melalui penayangan iklan layanan masyarakat untuk belanja bijak, talkshow di radio dan televisi, serta ceramah keagamaan. (Ira)