DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 13 Juni 2019 / 09:57 WIB

Produksi Sampah TPA Wukirsari Meningkat

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Meningkatnya aktivitas masyarakat pada libur Lebaran berdampak pada melimpahnya produksi sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wukirsari, Kabupaten Gunungkidul. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul mencatat volume sampah terjadi peningkatan pada 1 Juni 2019 lalu terdapat 42,860 ton yang masuk. Kemudian pada 3 Juni hingga 8 Juni 2019 lalu terdapat 181,07 ton produksi sampah.

“Selama satu bulan yakni Ramadan, terjadi penurunan produksi sampah tetapi pascalebaran meningkat drastis,” kata Kepala DLH Gunungkidul Drs Agus Priyanto MSi.

Dengan meningkatnya produksi sampah membuat petugas kebersihan setiap hari harus melakukan pengambilan sampah termasuk di daerah wisata. Hal ini cukup berbeda dengan hari-hari biasa di mana untuk pengambilan sampah di objek wisata dilakukan sekitar 1 minggu sekali.

Meski demikian peningkatan volumenya masih akan diakumulasikan selama libur Lebaran kemarin. Adapun sampah tersebut tidak hanya berasal dari objek wisata melainkan juga dari rumah tangga, restoran, dan industri.

Namun untuk produksi sampah jika pada musim Lebaran selalu didominasi dari sampah dari kawasan pariwisata. Mengingat kawasan tersebut selalu ramai dan padat aktivitasnya para wisatawan yang berlibur Lebaran. “Untuk pendataan akan terus kami update setiap harinya, nantinya akan ketahuan jumlah peningkatannya,” imbuhnya.

Terkait dengan meningkatnya volume sampah, pihaknya meminta kepada masyarakat atau wisatawan agar tidak membuang sampah secara sembarangan. Beberapa seruan terus dilakukan baik di kalangan masyarakat maupun seruan di sejumlah tempat. Kesadaran sendiri memang terus ditingkatkan agar masyarakat tidak terbiasa membuang sampah sembarangan.

Khusus untuk sampah di kawasan wisata banyak didominasi sampah plastik dan limbah bekas tempurung kelapa. “Kami berharap seluruh elemen pelaku wisata dapat bekerja sama dalam mengontrol sampah agar tidak dibuang di sembarang tempat,” terangnya. (Bmp)