DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 13 Juni 2019 / 09:48 WIB

Warga Merantau Harus Miliki Kemampuan

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos mengaku tidak bisa mencegah warganya untuk merantau ke berbagai kota besar. Namun demikian, dia mengingatkan bagi warga yang ingin merantau agar memiliki kemampuan.

Kemajuan sektor wisata seharusnya menjadi pertimbangan untuk mengembangkan usaha sendiri. Jangan hanya pergi meninggalkan kampung halaman tetapi hanya menjadi beban baru di kota tujuan. “Kalau ingin merantau untuk mendapatkan penghasilan harus didasarkan karena memiliki kemampuan sehingga nasibnya tidak terkatung-katung,” katanya.

Dijelaskan, saat ini Kabupaten Gunungkidul tengah pesat kemajuan sektor pariwisata. Karena itu masyarakat bisa memanfaatkan potensi masing-masing baik secara individu maupun kelompok.

Dengan potensi ini masyarakat tidak harus mencari pekerjaan dengan cara merantau untuk mendapatkan penghasilan. Menciptakan pekerjaan dengan potensi masing-masing yang dimiliki sebenarnya sudah dapat diandalkan agar memperoleh penghasilan.

Seperti di antaranya membuat kerajinan, makanan tradisional ataupun menjadi bagian dari objek tujuan pariwisata. “Sebetulnya masyarakat tidak perlu merantau kalau memiliki kemampuan dengan memanfaatkan perkembangan pariwisata masyarakat bisa memperoleh penghasilan,” imbuhnya.

Sejak beberapa tahun terakhir sudah banyak investor yang mulai mengembangkan usahanya di Kabupaten Gunungkidul. Terdapat beberapa pabrik besar dari wilayah Jawa Barat sudah pindah dan mengalihkan produksinya ke Gunungkidul. Hal ini membuka peluang bagi warga untuk mendapatkan pekerjaan di kampung halaman.

Saat ini ada pabrik di Kecamatan Semin yang sudah menyerap sebanyak 500 tenaga kerja. Bahkan dalam waktu dekat perekrutan tenaga kerja ini akan ditingkatkan menjadi 1.500 orang adan tentunya hal ini merupakan peluang bagi masyarakat.

“Selain itu kemajuan sektor wisata juga membutuhkan banyak usaha masyarakat seperti industri makanan, kerajinan serta lainnya seharusnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ucapnya.

Data jumlah warga perantau khusus di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) tahun ini tercatat dalam data Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) mencapai 300.000 orang lebih dan mereka itu bekerja di berbagai sektor. Tingginya jumlah warga perantau ini terjadi sudah dalam beberapa tahun silam lantaran dahulu warga kesulitan memperoleh peluang kerja seperti sekarang ini.

“Dari tahun ke tahun jumlah perantau baru terus menurun sejalan kemajuan Kabupaten Gunungkidul,” kata Ketua IKG Edy Sukirman. (Bmp)