DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 13 Juni 2019 / 09:32 WIB

Gelombang Tinggi Pantai Selatan Gunungkidul Mulai Turun

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Gelombang tinggi pantai selatan di Kabupaten Gunungkidul memasuki hari ketiga kemarin sudah mulai terjadi penurunan dengan ketinggian gelombang sekitar 14 feet atau 3,5-4 meter dari sebelumnya yang mencapai 18 feet (6 meter). Dampak gelombang tinggi menimbulkan fenomena yakni hampir seluruh kawasan pantai menjadi hamparan pasir putih yang semula tergerus ke tengah laut akibat abrasi dan gelombang tinggi kini kembali ke pantai.

“Terdapat lima pantai yang kini berpasir putih yakni Pantai Baron, Sadranan, Poktunggal, Pulangsawal dan Sundak,” kata Koordinator SAR Linmas Korwil II Gunungkidul Marjono.

Puncak ketinggian gelombang pasang yang menerjang pantai Kabupaten Gunungkidul terlihat sejak Rabu (12/06/2019) dini hari. Pascagelombang tinggi beberapa pantai justru terlihat rata tidak seperti sebelumnya lantaran terdampak gelombang tinggi tahun lalu.

Hamparan pasir putih kembali terlihat dan menjadikan peristiwa ini jarang terjadi. Sebenarnya gelombang tinggi dan air laut pasang merupakan siklus tahunan akibat cuaca buruk yang melanda setiap tahun.

Hanya saja, dibanding gelombang tinggi saat ini tekanan gelombang tidak sebesar tahun lalu hingga mengakibatkan terjadinya abrasi. “Saat ini justru pasir putih yang semula tergerus ke tengah laut kembali lagi ke pantai,” imbuhnya.

Sementara dampak kerusakan fasilitas yang menyangkut tempat usaha maupun lapak pedagang tidak terjadi. Karena sehari setelah menerima peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masyarakat yang memiliki usaha melakukan berbagai antisipasi, di antaranya dengan memindahkan tempat untuk berjualan, selain itu dampak ketinggian gelombang juga tidak meluas hingga ke area parkir maupun kawasan berbagai fasilitas wisata.

Jumlah kerusakan terdampak gelombang tinggi hanya menimpa 4 kapal milik nelayan yang rusak. Hal ini berbeda dengan sebelumnya yang mencapai puluhan kapal rusak, bahkan tahun lalu ada yang hilang akibat diterjang gelombang tinggi. “Sampai saat ini belum ada laporan terjadinya kerusakan akibat gelombang tinggi dan hanya tercatat sebanyak empat kapal rusak,” ucapnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan, bagi para wisatawan yang hendak berkunjung ke pantai selatan Gunungkidul tidak perlu khawatir dengan adanya gelombang tinggi. Menurutnya yang terpenting para wisatawan tidak melakukan hal-hal yang membahayakan dan tetap mematuhi peraturan dan imbauan untuk mandi dan bermain air saat terjadi gelombang tinggi.

Sebenarnya gelombang tinggi ini merupakan sebuah fenomena alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu lantaran adanya perubahan kondisi dan beberapa faktor lain. “Dari pantauan kami untuk wisatawan pantai masih cukup ramai dan tida ada masalah dengan gelombang tinggi yang terpenting bisa menjaga diri,” terangnya. (Bmp)