DIY Editor : Agus Sigit Kamis, 13 Juni 2019 / 00:31 WIB

Zonasi PPDB Resmi Diperluas, Harus Cermat Tentukan Pilihan!

YOGYA, KRJOGJA.com - Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DIY 2019 resmi diperluas di mana setiap kelurahan/desa kini memiliki zona 1 dengan 3 pilihan sekolah baik SMA maupun SMK. Namun begitu calon siswa tampaknya harus cermat betul memilih sekolah lantaran persaingan otomatis akan bertambah sengit antara satu peserta dengan peserta lainnya yang ingin bersekolah di tempat yang dianggap lebih difavoritkan selama ini. 

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) DIY Kadarmanta Baskara Aji pun mengingatkan calon peserta PPDB Online untuk cermat betul dalam menentukan pilihan pada 24 Juni-26 Juni mendatang. Beberapa aspek harus betul dipertimbangkan saat menjatuhkan pilihan sekolah yang akan dimasuki nantinya. 

“Website PPDB 2019 kami buat semudah mungkin dan se-friendly mungkin dan tahapan-tahapannya juga berusaha dibuat sejelas mungkin. Ada perbedaan, tahun ini satu nomor ujian nasional hanya bisa mendapat satu token dan bisa didapatkan di sekolah terdekat dengan kediaman calon peserta mulai 20 Juni. Kemudian pada tahapan pendafaran juga ada tiga pilihan sekolah, ini yang harus dicermati karena tahun ini pilihan 1,2 atau 3 jadi pertimbangan penerimaan,” ungkap Aji Rabu (12/6/2019). 

Kadisdikpora menyebut, pendaftar dengan nilai tinggi sangat mungkin kalah dengan pendaftar lain yang nilainya berada di bawah. Zonasi dan pilihan sekolah menjadi indikator yang lebih menentukan dibanding nilai yang dimiliki peserta. 

“Sistem kali ini bukan hanya berdasar nilai, yang pertama jelas zonasi dahulu baru kemudian pilihan dan ketiga baru nilai. Jadi misalnya ada pendaftar nilainya bagus tapi menjadikan sebuah sekolah pilihan kedua atau ketiga, maka otomatis kalah dengan pendaftar lain yang memilih sekolah tersebut sebagai pilihan pertama, padahal nilainya lebih rendah. Di sini harus cerdas betul memilih,” sambung dia. 

Pendaftar menurut Aji nantinya juga harus mencantumkan minat penjurusan saat pendaftaran awal tersebut. Untuk SMA misalnya, bisa seorang pendaftar memilih di sekolah A dengan tiga pilihan jurusan yang disediakan yakni IPA, IPS dan Bahasa (opsional tergantung sekolah). “Karena kan ada, apakah itu siswa atau orangtua yang kata orang Jawa, ‘nek ora sekolah kono pokoke ora’. Bisa tiga pilihan itu di sekolah A ya IPA, IPS dan Bahasa, misalnya demikian. Tapi bisa juga tiga pilihan berbeda, tetap harus cermat memilihnya, karena perbandingan kursi dengan siswanya 1:3 hingga 4,” ungkapnya lagi. 

Meski begitu, sistem nantinya dibuat semakin terukur dengan hasil akhir pengumuman yang bisa dibuat mengarahkan siswa untuk menuju sekolah terdekat dengan wilayahnya apabila kehabisan kursi di sekolah pilihan. “Ini mengapa kami perlu sehari mengumumkan yakni 28 Juni, karena sistem nantinya akan mengarahkan peserta yang tak dapat tempat di sekolah pilihan untuk ke sekolah lain dalam wilayah terdekat,” tandas Aji. 

Kursi tersedia untuk PPDB SMA tahun 2019 di DIY sendiri tercatat sebanyak 14.471. Sementara untuk SMK, sedikit lebih banyak yakni 17.208 kursi. 

Alokasi zonasi sendiri menempati persentase 90 persen dari keseluruhan siswa di sebuah sekolah. 20 persen dari 90 persen tersebut diantaranya dialokasikan untuk siswa miskin sementara 5 persen siswa jalur prestasi dan 5 persen sisanya pindahan dinas orangtua siswa. (Fxh)