Jateng Editor : Agus Sigit Rabu, 12 Juni 2019 / 19:45 WIB

679 Mahasiswa Asing Program Darmasiswa Pamitan di Solo

SOLO, KRJOGJA.com - Sekitar 679 mahasiswa asing dari 82 negara akan datang di Solo untuk mengikuti Pembekalan Kepulangan Mahasiswa Program Beasiswa Darmasiswa yang berlangsung Senin-Rabu (17-19/6). Mereka pada tahun akademik 2018/2019 telah mengikuti pendidikan di 70 perguruan tinggi di Indonesia.

Tahun ini Institut Seni Indonesia (ISI) Solo dipercaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi tuan rumah Pembekalan Kepulangan Mahasiswa Program Beasiswa Darmasiswa. "Solo dipilih dengan pertimbangan merupakan kota yang dapat mewakili untuk perhelatan Budaya Indonesia," jelas M Wasi Bantolo MSn, ketua panitia Pembekalan Kepulangan Mahasiswa Program Beasiswa Darmasiswa, Rabu.

Darmasiswa RI (DRI) merupakan program pemberian beasiswa non-gelar selama satu tahun oleh Pemerintah RI melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada mahasiswa asing dari negara-negara mitra/sahabat untuk belajar bahasa Indonesia, seni dan budaya pada perguruan tinggi/swasta di Indonesia.

Menurutnya, sejak dimulai 1974, program ini telah diikuti  7.852 peserta yang berasal dari 121 negara sahabat, dan belajar di berbagai perguruan tinggi dan swasta yang tersebar di seluruh Indonesia. Pada awalnya hanya mengundang peserta dari Kawasan ASEAN dengan peserta yang hanya sekitar puluhan orang. Dengan pertimbangan program ini sangat strategis sebagai sarana diplomasi budaya, jumlah dan cakupan negara yang diundang terus ditingkatkan.

Pada Pembekalan Kepulangan Mahasiswa Program Beasiswa Darmasiswa, masing masing akan menampilkan pertunjukan dan juga hasil karya seni yang telah mereka pelajari selama 1 tahun di Indonesia. Pertunjukan dibagi di empat tempat yakni di Balaikota Solo, Pura Mangkunegaran, Pendopo ISI danTeater Besar ISI Solo.

"Acara ini merupakan presentasi capaian pembelajaran Mahasiswa Program Beasiswa Darmasiswa TA 2018/2019 kepada Pemerintah Indonesia yang telah memberikan kesempatan pada mereka untuk belajar di Indonesia," tambah Bantolo.-(Qom)