Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 13 Juni 2019 / 11:40 WIB

Pelaku Pembuang Sampah Diamankan Satpol PP Karanganyar

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Satpol PP Kabupaten Karanganyar mengamankan belasan warga yang tertangkap basah membuang sampah di bekas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jungke, Karanganyar Kota dan Jengglong, Tasikmadu.

Para pelaku dikenai sanksi wajib lapor dan diancam sidang tipiring serta denda puluhan juta rupiah apabila nekat mengulangi perbuatannya.

“Sudah dua hari terakhir, 15 anggota tim kalong Satpol PP berpatroli di dua bekas TPS itu (Jungke dan Jengglong). Lingkungan sekitar merasa resah, kenapa setelah TPS ditutup, masih saja banyak yang membuang di sana. Bahkan sampahnya berceceran di jalan,” kata Kepala Satpol PP Karanganyar, Kurniadi Maulato kepada <I>KR<P>, Rabu (12/6).

Penting diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menutup TPS sampah di dua lokasi, yakni TPS Jongke dan TPS Jengglong. Sedangkan satu TPS lagi di Nglano, Kecamatan Tasikmadu dipindah dengan lokasi yang lebih baik. Penutupan itu dilakukan untuk membebaskan kota Karanganyar dari tumpukan sampah. Dengan penutupan dan pemindahan TPS, masyarakat didorong mengelola sampahnya secara terpadu. Namun di masa transisi, masih terjadi pembuangan di bekas TPS tersebut. Satpol PP mulai beroperasi pada Senin (10/6). Mereka berpatroli antara pukul 23.00 WIB-05.00 WIB.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Edy Yusworo mendapat laporan tujuh pembuang sampah sembarangan diamankan aparat di bekas TPS Jungke dan empat orang di bekas TPS Jengglong pada Senin malam sampai Selasa dini hari (10-11/6). Kemudian, tertangkap lagi tiga orang di bekas TPS Jengglong pada Rabu (12/6) dini hari.   

“Tadi malam sudah bersih dan enggak ada yang membuang di Jungke. Namun, masih ada tiga orang yang ditangkap di Jengglong. Semoga dengan wajib lapor selama sepekan di kantor Satpol, memberi efek jera. Kalau mengulang dan tertangkap lagi, akan dijerat tindak pidana ringan dan denda Rp 50 juta. Sedangkan bekas TPS di Nglano bersih,” katanya.

Kasi Trantib Satpol PP Karanganyar, Joko Purwanto mengatakan, warga yang tertangkap mengaku sering membuang sampah di TPS. Mereka tak mau ambil pusing meski TPS sudah ditutup.

“Kebanyakan pelaku dari rumah tangga, namun ada pula pedagang sayur. Asal buang saja. Padahal tahu dan bisa membaca tulisan larangan,” katanya.

Menindaklanjuti patroli di bekas TPS, petugas Satpol PP memasang lagi spanduk berisi larangan membuang sampah. Tercantum ancaman dan dasar larangan itu di Perda no 26 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. (Lim)