Pendidikan Editor : Danar Widiyanto Rabu, 12 Juni 2019 / 16:31 WIB

PPDB SMA-SMK, Pemerintah DIY Pastikan Calon Siswa Dapat Sekolah

YOGYA, KRJOGJA.com - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY memastikan lulusan SMP sederajat di wilayah DIY mendapatkan sekolah baik SMA maupun SMK sederajat dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 yang akan dimulai secara online 24 Juni mendatang. Pasalnya, jumlah SMA-SMK baik negeri dan swasta memiliki jumlah kursi lebih banyak daripada lulusan SMP sederajat.

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji mengungkap pihaknya telah melakukan perubahan petunjuk teknis di mana saat ini dalam satu kelurahan ada tiga pilihan sekolah yang bisa diakses calon siswa. Hal tersebut menurut Aji membawa konsekuensi tersendiri di mana persaingan akan semakin terbuka lebar yang secara tak langsung memperkecil peluang peserta PPDB untuk mendapatkan slot di sekolah yang dipilih.

“Ideal sebenarnya satu kelurahan satu, jadi anak di kelurahan itu jelas semua dapat sekolah di sekolah yang ada di kelurahan itu. Namun ketika ada tiga pilihan maka persaingannya terbuka lebar karena ruang zonasi semakin lebar juga. Ini yang harus diperhatikan betul oleh peserta PPDB nanti,” ungkapnya dalam temu media Rabu (12/6/2019).

Pemda DIY melalui Disdikpora menurut Aji memastikan seluruh lulusan SMP sederajat mendapatkan sekolah jenjang SMA sederajat meski tak melulu negeri. Untuk SMA Negeri di DIY menut Aji total kursi peserta didik baru tercatat 14.471 sementara untuk SMK tptal 17.208 siswa.

“Tempat duduk kita, negeri dan swasta lebih banyak dibandingkan lulusan SMP dan MTs. Jangan khawatir, pasti ada sekolah pun ada subsidi di swasta dalam bentuk BOSDa. Beasiswa juga tak mempertimbangkan negeri dan swasta,” tandas Aji menenangkan.

Sementara terkait PPDB Online, Aji menyampaikan saat ini satu nomor ujian nasional hanya bisa digunakan untuk satu token pendaftaran saja. Tak hanya itu, calon pendaftar juga diminta cermat menentukan pilihan sekolah karena persaingan yang semakin terbuka dengan perubahan petunjuk teknis zonasi di DIY.

“Pilihan yang diambil harus cermat betul, karena pertama yang dipertimbangkan adalah zonasi, kedua adalah pilihan karena tiap peserta bisa memilih tiga pilihan jadi mana yang memilih di pilihan pertama akan jadi prioritas. Ketiga adalah nilai dan baru keempat adalah siapa duluan yang mendaftar. Jadi jangan kaget bila nilai lebih baik tapi karena dia memilih sebuah sekolah sebagai pilihan kedua akan kalah dari anak lain yang nilai lebih rendah tapi menjadikan sekolah itu sebagai pilihan pertama,” tandas Aji.

Terkait kesiapan aplikasi sendiri, Disdikpora DIY memastikan akan berjalan dengan maksimal. Tampilan minimalis sengaja dibuat untuk menjadikan website PPDB DIY ringan sehingga mudah diakses peserta.

Untuk alokasi sendiri, PPDB di DIY kali ini tetap mengacu pada Permendikbud 51 tahun 2018 dengan rincian 90 persen siswa zonasi, 5 persen prestasi dan 5 persen pindahan dinas orangtua. Di setiap kelas (rombongan belajar) dipastikan 2 siswa berkebutuhan khusus mendapat tempat sesuai aturan berlaku. (Fxh)