Jateng Editor : Danar Widiyanto Rabu, 12 Juni 2019 / 19:51 WIB

Waduk Sempor Krisis Air, Ribuan Petani Gagal Tanam

KEBUMEN, KRJOGJA.com - Volume air Waduk Sempor pada Rabu (12/06/2019) hanya tersisa 9 juta meter kubik atau jauh di bawah volume normalnya sebanyak 52 juta meter kubik.

Dengan kondisinya tersebut, ribuan petani di Daerah Irigasi (DI) Sempor gagal menanam padi untuk musim  tanam (MT) II 2018/2019. Sedangkan sejumlah petani yang sudah terlanjur menanam bibit padi sejak Mei 2019 lalu harus mandiri dengan bekerja keras menyedot air tanah untuk menyirami tanaman padinya.

"Dengan kondisi krisis air tersebut, suplai air waduk ke jaringan irigasi sangat minim, hanya 1,3 meter kubik per detik saja. Jauh di bawah debit normalnya sebesar 7,8 meter kubik per detik. Bila suplai air dibuat normal, maka dalam dua hari saja air waduk akan habis," ujar Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Supangat SSos, di ruang kerjanya, Rabu (12/06/2019).

Dengan areal sawah di DI Sempor seluas 6,478 hektar, maka debit 1,3 meter kubik per detik itu hanya bisa mengairi ratusan hektar sawah saja di Kecamatan Sempor dan Gombong serta sebagian Kecamatan Karanganyar. Sedangkan sawah di Kecamatan Sruweng, Adimulyo, Kuwarasan, Buayan, Petanahan dan Puring tak kebagian air.

"Bahkan, di saat kondisi waduk tengah krisis air, bendung karet di Sungai Jatinegara di Desa Kamulyan Kecamatan Kuwarasan minggu lalu jebol. Akibatnya, 800 hektar sawah di Kecamatan Kuwarasan dan Puring gagal ditanami padi," ungkap Supangat.

Agar para petani di Kuwarasan dan Puring tersebut bisa segera menanam padi, Pemkab Kebumen berupaya membantu 9 unit mesin penyedot air yang dioperasikan di dekat bendung karet yang jebol tersebut.

"Namun untuk areal sawah di DI Sempor yang tak mendapatkan jatah air, kami tak bisa berbuat apa-apa. Apabila petani ingin menanami sawahnya dengan palawija seperti kacang hijau dan kedelai, sebaiknya dilakukan secepatnya dan bonggol padi sisa panen lalu jangan dihilangkan karena bisa membantu pertumbuhan benih kacang hijau dan kedelai," ujar Supangat.(Dwi)