Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Rabu, 12 Juni 2019 / 17:30 WIB

Manfaatkan Keramaian Syawalan, Dua Pengedar Sabu Ditangkap

KENDAL, KRJOGJA.com - Keramaian syawalan di Kaliwungu dimanfaatkan oleh pengedar narkoba di kabupaten Kendal. Dua pengedar sabu berhasil ditangkap tim resnarkoba Polres Kendal, saat akan melakukan transaksi di jalan pantura Desa Sumberejo Kecamatan Kaliwungu Kendal senin (10/6/2019) malam lalu. Dari tangan kedua tersangka petugas berhasil mengamankan tiga paket sabu dan alat hisap atau bong.

Saat dimintai keterangan petugas Rabu (12/6/2019) dua orang tersangka bernama Su (39) dan Nga (48) keduanya warga Desa Sumberejo Kaliwungu mengelak jika kalau menjual sabu. Mereka mengatakan sedang akan kekeramaian syawalan, namun petugas tidak percaya begitu saja dan langsung mnggeledah keduanya.

Setelah dilakukan penggeledahan petugas menemukan tiga paket sabu dengan berat masing-masing 0,03 gramm 0,02 gram dan 0,05 gram. Setelah di cecer pertanyaan keduanya mengaku jika ketiga paket sabu tersebut hendak dijual dengan harga paket hemat mulai Rp 200 ribu hingga Rp 700 ribu.

Menurut keterangan petugas,salah satu tersangka yaitu Su merupakan residivis narkoba yang selama ini menjadi target incaran polisi. Usai diringkus kedua tersangka langsung digelandang ke Mapolres Kendal.

Su saat ditanya petugas mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari orang Semarang, selain diedarkan dirinya juga pakai Sendiri. “Saya mendapatkan dari teman saya dari Semarang, selain saya jual saya pakai sendiri,” ujar Su.

Kepala Satuan Narkoba Polres Kendal AKP Suhadi mengatakan penangkapan dua tersangka karena adanya laporan dari warga. Tim res narkoba Polres Kendal setelah menerima laporan langsung bergerak dan langsung menangkap kedua tersangka.

“Atas laporan warga, kamipun bergerak kelokasi dan langsung menangkap kedua tersangka, awalnya tidak mengaku namun kami tidak percaya begitu saja dan kami geledah lalu kamitemukan tiga paket sabu,” ujar Suhadi. Kepada para tersangka akan dikenakan pasal 114 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.(Ung)