DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 12 Juni 2019 / 13:11 WIB

’Speending Money’ Wisatawan Naik 20 Persen

YOGYA, KRJOGJA.com - Jumlah kunjungan wisatawan di DIY sesuai proyeksi mengalami kenaikan sebesar 5 persen selama libur Lebaran 2019. Selain kenaikan jumlah wisatawan, speending money atau uang yang dibelanjakan wisatawan di DIY mengalami kenaikan 10 hingga 20 persen. Sedangkan, destinasi wisata yang menjadi primadona wisatawan di DIY adalah objek wisata di kawasan pantai.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Raharjo menyampaikan libur lebaran di DIY kali ini berjalan dengan lancar, artinya permasalahan kemacetan ada tetapi tidak menjadi sesuatu yang kemudian menghambat wisatawan. Dari sisi pengaturan lalu lintas terutama di destinasi wisata libur lebaran tahun ini cukup terkendali, sebelumnya jalan menuju objek wisata seperti ke Parangtritis macet sungguh luar biasa sekarang lancar.

"Artinya rekayasa lalu lintas dengan menjadikan beberapa ruas jalan sebagai jalur alternatif itu cukup dimaksimalkan pemudik yang sekaligus merupakan wisatawan. Saya pantau di berbagai media sosial wisata di DIY aman dan terkendali (mandali), meskipun belum sempurna," ujar Singgih di Bangsal Kepatihan.

Singgih mengaku jumlah kunjungan wisatawan ke DIY yang diprediksi mengalami kenaikan 5 persen berhasil terpenuhi pada libur Lebaran kali ini. Prediksi tersebut berdasarkan mahalnya harga tiket pesawat dan beroperasinya jalan tol Trans Jawa sehingga memacu orang menggunakan kendaran pribadi. Hal ini menambah jumlah para pemudik yang sekaligus sebagai wisatawan tersebut di DIY.

"Jumlah kunjungan wisatawa di beberapa destinasi wisata di DIY dilaporkan mengalami peningkatan, namun ada juga yang mengalami penurunan seperti di Mangunan turun sampai 20 persen karena terhambat akses jalan. Jumlah kunjungan wisatawan di objek wisata kawasan pantai di Gunungkidul justru meningkat ini sehingga menjadi tren baru dan primadona libur lebaran tahun ini," ungkapnya.

Mantan Wakil Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY tersebut menambahkan dilihat dari kualitas speending money wisatawan juga ada kenaikan di kisaran 10 sampai 20 persen yang dapat dilihat dari kenaikan jumlah wisatawan dan jumlah retribusi yang didapatkan. Sementara dari sisi aduan masyarakat minim perihal tarif parkir nakal atau harga kuliner yang mahal sudah minim tahun ini.

Hal ini berkat kesiapan semua pihak menyambut libur Lebaran bersama baik seluruh perangkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan stakeholder yang betulbetul terkendali dengan baik. "Pihak aparat tanggap dan edukasi atau literasi wisatawan sudah bagus sehingga tidak mau parkir sembarangan maupun harga kuliner yang 'nuthuk' wisatawan. Saya berharap tahun depan semakin baik lagi, karena destinasi wisata di DIY sangat menarik." tegas Singgih. (Ira)