DIY Editor : Danar Widiyanto Selasa, 11 Juni 2019 / 23:10 WIB

Syawalan MTsN 5 Bantul, Momentum Muhasabah

BANTUL, KRJOGJA.com - Selain sebagai media untuk saling memberikan maaf, yang terpenting dari kegiatan syawalan adalah kemauan untuk muhasabah atau  introspeksi. Dalam budaya Jawa Muhasabah disebut dengan ‘mulat sarira’ yang berarti menilai kekurangan diri pribadi. Hal tersebut disampaikan ustadz Drs H Heru Seno (Potorono Banguntapan) dalam tausiah syawalan Keluarga Besar ‘Kampus Hijau Matsamaba’ MTsN 5 Bantul yang diselenggarakan  di Dampulan Caturharjo, Pandak, Bantul, Senin (10/6/2019).

Heru Seno menggolongkan manusia menjadi 4 golongan yakni : bisa mencari namun tidak bisa merawat, bisa merawat namun tidak bisa mencari, tidak bisa mencari dan tidak bisa merawat, bisa mencari dan juga bisa merawat.

Golongan pertama merupakan golongan orang yang mampu membeli/memiliki sesuatu namun dirinya tak memiliki kemampuan untuk merawatnya sehingga cepat rusak atau tidak awet ada padanya. Golongan kedua merupakan orang yang sebenarnya memiliki kemampuan untuk merawat sesuatu namun tak memiliki kemampuan untuk membeli/mendapatkannya. Golongan ketiga adalah orang yang paling celaka dan rugi karena tak mampu membeli/memiliki juga tak mampu merawatnya. Sedangkan golongan keempat merupakan golongan yang terbaik karena punya kemampuan membeli sesuatu, memiliki dan mampu merawatnya.

Mantan Guru SMPN 2 Patuk ini mengajak kepada yang hadir untuk menghindarkan diri dari  fitnah. Menurutnya fitnah ada dua yakni fitnah syubhat  dan finah syahwat. Orang yang terkena fitnah syuhbat akan membenarkan hal yang keliru, sedangkan orang yang dihinggapi fitnah Syahwat akan memperturutkan hawa nafsunya.

Di akhir tausiahnya Heru Seno menyampaikan amalan doa yang dibaca selesai Salat Subuh yaitu, Allahumma inni as aluka `ilman naafia, warizqon thoyyiba, wa `amalan mutaqobbala yang artinya ‘Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan amal yang diterima’.

Kepala MTsN 5 Bantul Siti Solichah SPd menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh guru/karyawan, komite madrasah, guru ekstra, mantan kepala madrasah, mantan kepala TU, mantan guru/karyawan yang telah purna tugas, telah meluangkan waktunya hadir memenuhi undangan. Kegiatan yang diagendakan rutin tersebut memiliki tujuan strategis untuk menjalin silaturahim keluarga besar Matsamaba sekaligus menumbuhkan keakraban.

“Saya ucapkan banyak terimakasih atas segala dukungan bapak-ibu guru, karyawan dan lain-lain sehingga tugas besar madrasah seperti Adiwiyata tingkat Kabupaten Bantul, visitasi akreditasi telah terlaksana dengan lancar. Semoga segala perjuangan dan jerih payah bapak-ibu mendapat ganti pahala dari Allah SWT,” pungkasnya.

Acara syawalan yang dipandu Waka Urusan Humas Muntaha SPd diawali dengan Gema Wahyu Ilahi oleh Ulil Amri SAg, sambutan tuan rumah Sudiyo SPd, sedangkan Ikrar Syawalan diwakili guru Seni budaya Drs Sutanto.(Rar)