DIY Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 11 Juni 2019 / 17:50 WIB

Hemat Air, Hati-hati Bakar Sampah

PENGASIH, KRJOGJA.com -Warga diminta menghemat penggunaan air dan berhati-hati membakar sampah karena pada Juni 2019 telah memasuki musim kemarau di wilayah Kabupaten Kulonprogo. Prakiraan puncak kemarau tiga bulan ke depan atau sekitar Agustus 2019.

Pelaksana Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Ariadi yang dihubungi di ruang kerjanya, Senin
(10/6), mengungkapkan dampak musim kemarau belum dirasakan oleh warga yang tinggal di daerah rawan kekeringan.

Menurutnya, persediaan air bersih masih mencukupi untuk kebutuhan warga di daerah rawan kekeringan. BPBD telah mengantisipasi dampak musim kemarau di daerah rawan kekeringan. "Sebagian besar sumber air masih mengalir untuk mencukupi kebutuhan seharihari. Warga diminta tetap berhemat air bersih. Kemudian berhati-hati membakar sampah karena banyak dedaunan dan rumput kering mudah terbakar,” pinta Ariadi.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Suhardiyana menjelaskan puncak musim kemarau 2019 sesuai prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sekitar Agustus 2019. 

Puncak musim kemarau merata di DIY, termasuk di wilayah Kulonprogo. Prakiraan awal Juni 2019 telah memasuki musim kemarau meskipun cuaca sempat mendung dan hujan gerimis di sebagian wilayah Kecamatan Girimulyo. "Mudah-mudahan saja sampai Agustus mendatang tidak ada warga di wilayah rawan kekeringan kesulitan air bersih,” kata Suhardiyana.

Menurutnya, Pemkab Kulonprogo telah menyiapkan dana Biaya Tak Terduga (BTT) untuk penanggulangan bencana kekeringan
akibat dampak musim kemarau. Namun dana tersebut hanya dapat digunakan dalam status tanggap darurat bencana.

"Dana BTT sudah disiapkan melalui APBD Kulonprogo 2019 yang siap dipergunakan dalam status tanggap darurat kekeringan. Sumber lain dari pihak donatur yang siap membantu air bersih kepada warga yang membutuhkan," jelasnya.

Untuk penanganan dalam kondisi normal pada tahap awal, ujarnya, warga yang kesulitan air bersih akan ditangani secara sektoral. Warga mengajukan permohonan bantuan air bersih langsung ke Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo. (Ras)