DIY Editor : Agus Sigit Selasa, 11 Juni 2019 / 11:15 WIB

Jelang Ujicoba Malioboro Bebas Kendaraan, Pedagang Tak Perlu Khawatir

YOGYA, KRJOGJA.com - Ujicoba kawasan pedestrian Malioboro akan dilaksanakan pada 18-19 Juni 2019. Dengan demikian, kawasan Malioboro bakal bebas dari kendaraan pribadi (mobil dan motor). Untuk mendukung ujicoba tersebut, Pemda DIY telah menyiapkan kantong parkir secara optimal. Untuk itu para pemilik toko, pedagang kakilima (PKL) maupun masyarakat tidak perlu khawatir.

"Seandainya ada pengusaha ataupun pedagang yang khawatir terhadap rencana ujicoba kawasan pedestrian akan berdampak pada perekonomian, saya kira wajar saja. Kan masih ujicoba, jadi belum final. Setelah ujicoba akan dievaluasi," terang Sekda DIY Gatot Saptadi di Kepatihan Yogyakarta, Senin (10/6).

Gatot mengungkapkan, setelah ujicoba pertama segera ditindaklanjuti evaluasi. Termasuk membuktikan jika memang bebas kendaraan bermotor bagaimana dampaknya terhadap ekonomi pelaku usaha di sekitarnya. Pemda DIY juga akan berkomunikasi dan mensosialiasikan kepada masyarakat terdampak. Jika ada sesuatu yang tidak optimal perlu didiskusikan bersama.

"Dalam ujicoba ini, pihak terkait akan berkoordinasi untuk memantau secara ekonomi, lalu lintas, dan parkirnya. Nanti jika tidak ada motor atau mobil lewat apakah toko kemudian sepi atau tidak. Sementara untuk PKL yang menempel di toko akan diatur di tengah pilar dan menghadap toko serta jalan," terang Gatot.

Gatot menyatakan, dengan penataan dan ujicoba kawasan pedestrian, pihaknya ingin menunjukkan Malioboro sebagai ikon belanja dan kesenian yang semuanya terkonsentrasi di situ. Karena sambil jalan, masyarakat bisa melihat aktivitas kesenian dan perekonomian di kawasan tersebut. Bahkan pihaknya akan mengevaluasi dan menyiapkan kantong parkir seoptimal mungkin. Di antaranya tempat parkir di Ngabean, depan Jalan Senopati, dan samping Ramai Mall. Begitu pula untuk parkir menuju hotel, Kantor DPRD DIY serta beberapa instansi pemerintahan yang ada di kawasan tersebut.

"Untuk toko-toko di sepanjang Malioboro, aktivitas 'loading' barang akan diatur jamnya. Utamanya, mereka bisa melaksanakan 'loading' barang pada saat malam hari," tambahnya.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Rahardjo mengatakan, ujicoba simulasi penutupan jalur pedestrian di kawasan Malioboro bagi kendaraan bermotor pribadi baik roda dua maupun roda empat direncanakan pada 18 Juni 2019.

"Rencana ujicoba sebenarnya sudah ada sejak tahun lalu, namun baru bisa direalisasikan tahun ini. Ujicoba simulasi ini hanya menutup jalan utama di kawasan Malioboro agar bebas dari kendaraan bermotor pribadi, kecuali bus Trans Jogja dan angkutan tradisional seperti andong dan becak kayuh masih diperbolehkan melintas," papar Sigit. (Ria/Ira)