Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Senin, 10 Juni 2019 / 23:10 WIB

Remaja Arab Saudi Terancam Hukuman Mati Karena Suka Protes

ARAB SAUDI, KRJOGJA.com - Organisasi yang bergerak di bidang hak asasi manusia, Amnesty International, mengatakan, seorang remaja Arab Saudi yang ambil bagian dalam protes anti-pemerintah kini menghadapi hukuman mati. Amnesty menyebut langkah itu "mengerikan" dan merupakan bagian dari upaya untuk menindak perbedaan pendapat politik

Pekan lalu, CNN menerbitkan laporan yang merinci penangkapan Murtaja Qureiris dan permintaan jaksa atas eksekusi terhadap pelanggaran yang termasuk ambil bagian dalam demonstrasi di Provinsi Timur negara itu selama gerakan Arab Spring 2011.

Laporan itu menampilkan video Qureiris, sebagai bocah laki-laki berusia 10 tahun, yang bersiap memimpin sekelompok anak-anak dalam protes yang menggunakan sepeda.

Tiga tahun setelah video itu direkam, kata CNN, Qureiris ditahan.

Menurut CNN, pada saat itu, para pengacara dan aktivis menganggapnya sebagai tahanan politik termuda di Arab Saudi.

Amnesty International mengatakan pihaknya telah mengonfirmasi laporan CNN, dan merinci perawatan Qureiris sejak penangkapannya pada September 2014.

Amnesty mengatakan remaja, yang sekarang berusia 18 tahun, itu ditahan di sel isolasi selama sebulan dan mengalami "pemukulan dan intimidasi".

"Para interogatornya berjanji akan membebaskannya jika ia mengaku bersalah atas tuduhan itu," kata organisasi tersebut seperti dilansir ABC Indonesia, Senin (10/6/2019).

"Pada Mei 2017 ia dipindahkan ke penjara al-Mabaheth di al-Dammam, sebuah penjara dewasa, meskipun usianya baru 16 tahun."

Amnesty mengatakan Qureiris telah didakwa berpartisipasi dalam protes anti-pemerintah, menghadiri pemakaman saudaranya Ali Qureiris, yang tewas dalam protes 2011, bergabung dengan "organisasi teroris", melemparkan bom molotov ke kantor polisi, dan menembaki pasukan keamanan, di antara sejumlah pelanggaran lainnya.

Namun CNN melaporkan Qureiris membantah tuduhan itu dan pengakuannya diperoleh di bawah tekanan otoritas Arab Saudi.(*)