DIY Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 10 Juni 2019 / 14:59 WIB

Berita Populer Sepekan : Gagal Ginjal, Mantan Cover Boy 1992 Ini Tutup Usia sampai Saat Jan Ethes Hormat Bendera dan Diminta Kakeknya Jawab Wartawan

 

BERAGAM  berita telah disajikan dan dinikmati para pembaca setia KRJOGJA.com. Namun, dalam sepekan ini ada lima berita yang mendapat perhatian pembaca. Berikut lima berita terpopuler pilihan pembaca 

Gagal Ginjal, Mantan Cover Boy 1992 Ini Tutup Usia

DUKA mendalam menyelimuti insan foto model di Semarang. Mantan Cover Boy Majalah Mode tahun 1992 asal Semarang, Hanung Tri Wahyu Adhi (43) pada Rabu (5/6/2019) pukul 14.55 WIB meninggal dunia di RSU Mr Wongsonegoro Kota Semarang karena sakit gagal ginjal dan hipertensi. 

Jenazah pria yang semasa mudanya dikenal ramah dan ganteng serta mengawali karier di Elmosta Model Agency ini dimakamkan di Pemakaman Umum Sasono Loyo Boyolali, tepat di samping makam almh ibundanya, Kamis (6/6/2019) berangkat dari rumah duka Perumahan Graha Tiara No 22 Bukit Kencana Jaya Semarang pukul 11.00 WIB.

Ivan Dwi Jatmiko (47) kakak sulung Hanung mengungkapkan kesedihan mendalam sepeninggalan adiknya. "Sebelumnya Hanung ingin bertemu saya saat dirawat di RS. Namun belum sempat bertemu dia sudah dipanggil Allah SWT. Padahal dia ingin sembuh dan sama-sama berobat bersama saya", kisah Ivan Dwi Jatmiko yang semasa kecilnya dikenal sebagai penyanyi cilik di era Julius Sitanggang.

Prajurit Yonif 406 Dikeroyok Sekelompok Pemuda

Prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 406 Candra Kusuma (CK) dianiaya sekelompok pemuda di dekat asrama kawasan Umbulharjo Yogyakarta, Minggu (02/06/2019). Anggota TNI AD bernama Bernat Murnan berpangkat Prajurit Satu (Pratu) itu dikeroyok di suatu gang buntu sehingga ia tak dapat menyelamatkan diri. Akibat penganiayaan itu Pratu Bernat Murnan menderita luka sobek pada kepala hingga harus mendapatkan sembilan jahitan.

Peristiwa ini bermula saat prajurit asal Merauke Papua tersebut tengah mengambil cuti dan memanfaatkan libur untuk menengok saudaranya di asrama Jalan Kusumanegara Yogyakarta, Sabtu (01/06/2019) malam. Informasi yang diperoleh, saat itu di asrama sedang ada kegiatan dan baru keesokan harinya usai.

Pada pagi hari itu banyak pemuda yang ditemui dalam kondisi mabuk dan sempat terjadi keributan. Ketika itu Pratu Bernat Murnan akan pulang dan mengambil jaket di dalam asrama, namun ia diteriaki oleh salah seorang pemuda yang kemudian mengejarnya

Jokowi Dinilai Langgar Undang-undang Jika Maskapai Asing Masuk RI

Usulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi kesempatan masuknya maskapai asing ke Indonesia dianggap melanggar azas cabotage (kedaulatan negara) dan UU Nomor 1 Tahun 2009. Solusi yang ditawarkan Jokowi itu untuk menurunkan harga tarif pesawat yang masih kemahalan.

Pengamat penerbangan, Alvin Lee, dalam keterangannya kepada media menuturkan, selama 10 tahun industri penerbangan kurang bergairah. Hal itu bisa dilihat dari tidak adanya maskapai asing baru yang ikut bermain di moda transportasi udara Indonesia.

“Kalau pasar transportasi udara Indonesia sedemikian menguntungkan dan atraktif, tentunya dalam 10 tahun terakhir sudah masuk banyak pemain baru dengan pola seperti Indonesia Air Asia. Faktanya tidak ada pendatang baru sedangkan pemain lama berguguran,” kata Alvin Lee, Sabtu (8/6/2019).


Gagasan Buka Penerbangan Asing, Maskapai Nasional Protes

Gagasan pemerintah mengundang maskapai asing ke pasar penerbangan di Indonesia mengundang protes dari maskapai nasional. Salah satunya, PT Sriwijaya Air yang mengoperasikan dua maskapai di dalam negeri, yaitu Sriwijaya Air dan NAM Air. 

Direktur Utama Sriwijaya Air Joseph Adrian Saul menilai gagasan memasukkan maskapai asing ke pasar penerbangan dalam negeri berpotensi mengubah iklim pasar saat ini. Ia bahkan menyebut bukan tidak mungkin kebijakan tersebut bisa membunuh maskapai nasional yang saat ini masih jatuh bangun mempertahankan bisnisnya. 

Apalagi, sambungnya, jumlah pemain di industri ini tinggal 10 maskapai dari sebelumnya sekitar 30 maskapai beberapa tahun lalu. Sementara sisanya, terpaksa bangkrut karena tidak bisa bertahan. "Yang saya khawatirkan adalah bisa merusak pasar penerbangan domestik yang kemudian setelah itu ditinggalkan," ucapnya.

Saat Jan Ethes Hormat Bendera dan Diminta Kakeknya Jawab Wartawan

Kelucuan sempat tercipta di Istana Gedung Agung Kamis (6/6/2019) sore kemarin saat Presiden Joko Widodo memilih menghabiskan Lebaran hari kedua di Yogyakarta. Betapa tidak, cucu pertama Jokowi putra Gibran-Selvi bertingkah lucu yang mengundang gelak tawa. 

Ethes, dibiarkan berlari-lari di halaman Gedung Agung sore kemarin. Ia lantas pergi ke bawah tiang bendera dan secara spontan menghormat serta menegadahkan kepala ke atas. 

Tingkah tersebur tertangkap kamera sekretariat negara yang lantas membagikannya pada wartawan. Mengenakan celana panjang berwarna biru, kaos putih bergaris hitam dan paduan sepatu slipon coklat, Ethes tampak energik menemani kakeknya yang berjalan santai bersama sang ayah, Gibran. 

Tak berhenti di situ, tingkah lucu Ethes kembali tertangkap kamera saat diminta kakeknya menemui wartawan yang telah berjajar di salah satu sisi. Seolah di komando, Ethes pun tampak berjalan sambil terus mengumbar senyum pada pewarta. (*)