DIY Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 10 Juni 2019 / 13:21 WIB

Lebaran, Malioboro Masih Butuh Rekayasa

YOGYA, KRJOGJA.com - Sesuai prediksi sebelumnya, kawasan Malioboro menjadi salah satu titik kepadatan arus kendaraan selama musim Lebaran 2019. Untuk memperlancar arus, masih dibutuhkan rekayasa yang sifatnya insidental di kawasan Malioboro.

Kepadatan yang terjadi selama ini salah satunya dipicu kendaraan yang berputar-putar mencari lahan parkir. "Sebenarnya untuk
masuk Malioboro sudah dibuat memutar melalui Kridosono, namun kendaraan kembali berputar untuk mencari parkir," urai Wakil
Walikota Yogya Heroe Poerwadi, Minggu (9/6).

Oleh karena itu selama belum mampu menyiapkan parkir yang cukup memadai, maka kepadatan bisa semakin panjang. Akan tetapi, lahan kosong di kawasan Malioboro yang dapat dimanfaatkan untuk parkir juga sangat terbatas. Sehingga perlu ada upaya rekayasa manajemen
lalu lintas yang mampu menambah daya dukung parkir.

Heroe memetakan, salah satu rekayasa tersebut ialah dengan mengubah jalan yang semula dua arah, menjadi satu arah. Rekayasa itu pun hanya diberlakukan secara insidental selama liburan atau pada puncak kunjungan wisatawan. Di antaranya Jalan Mataram menjadi satu arah ke utara serta Jalan Pasar Kembang satu arah ke timur. Dengan begitu, dua sisi di Jalan Mataram dan Jalan Pasar Kembang dapat digunakan sebagai parkir insidental. "Jadi nanti ada perputaran yang lebih besar serta ada kepastian parkir. Rekayasa ini nanti akan kami kaji untuk diterapkan pada tahun depan," imbuhnya.

Terkait dengan puncak kepadatan arus lalu lintas, menurut Heroe sudah terjadi pada Sabtu (8/6) dan Minggu (9/6) kemarin. Namun demikian, lantaran masih masa liburan sekolah diperkirakan hingga sepekan ke depan kawasan Malioboro masih dipadati kendaraan dengan intensitas yang tidak sepadat sepekan sebelumnya.

Selain itu, dirinya juga berpesan kepada pengunjung agar tertib dalam membuang sampah. Menurutnya, banyak tong sampah di kawasan Malioboro yang sudah penuh namun tetap dijejali sampah baru. Meski dalam sehari dilakukan pengangkutan hingga tiga kali, volume sampah tetap tinggi.

"Petugas Jogoboro sengaja kami minta fokus pada memperhatikan perilaku pengunjung dalam membuang sampah. Ini demi kenyamanan
kita bersama. Syukur jika pengunjung menahan membuang sampah ketika tong sampahnya sudah penuh," urainya. (Dhi)