DIY Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 10 Juni 2019 / 09:25 WIB

Bahaya! Dua Jalur Penerbangan Terganggu Balon Udara Liar

SLEMAN, KRJOGJA.com - Ganeral Manager AirNav cabang Yogyakarta, Nono Sunaryadi mengatakan mencatat belasan laporan pilot adanya balon udara terbang liar menganggu penerbangan pesawat komersial selama masa mudik Lebaran 2019. 

Balon udara terbang liar itu masuk di dua jalur penerbangan tujuan Yogyakarta. Balon udara masuk ke jalur penerbangan menuju Yogya, Jakarta-Cilacap-Yogya dan Jakarta-Cirebon-Yogya, di wilayah Wonosobo.

"Ada penerbangan balon liar sampai hari Sabtu ada 14 laporan di wilayah Yogya,"kata Nono kepada wartawan di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta. Minggu ( 09/06/19) kemarin.

Informasi yang dihimpun, laporan balon udara liar periode tahun ini menurun dibanding tahun sebelumnya, namun potensi bahaya tetap harus diwaspadai. Karena menyangkut banyak nyawa terlebih bagi moda transportasi udara.

"Tiap tahun cenderung menurun, tapi tidak bisa kita biarkan. Periode tahun lalu sebanyak 29 laporan, tahun ini baru 11 laporan dari pilot yang melihat dari udara," ungkapnya.

Bahkan, lanjut Nono, salah satu pilot melihat 15 balon udara yang diterbangkan secara liar. Rata-rata, balon udara liar tersebut terbang dengan ketinggian sampai dengan 30.000 feet, padahal jalur penerbangan di wilayah pilot melaporkan antara 26-29 ribu feet.

"Kita akan bertindak tegas terkait bahaya yang akan menyangkut banyak nyawa. Jadi kita tidak berhenti sosialisasi, bekerja sama dengan aparat hukum dan masyarakat, empat kecamatan di Wonosobo. Dengan harapan penerbangan balon udara liar tak dilakukan lagi, kita akomodir dalam bentuk festival balon udara," pungkasnya. (Ive).