Kisah Inspiratif Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 08 Juni 2019 / 19:10 WIB

Lebih Dekat dengan Erviko Andrea, Gadis Pemilik 46 Medali Kejuaraan Taekwondo

SEKILAS memang tak ada yang berbeda dari sosok Erviko Andrea Prameswari Handoko, pelajar kelas 10 SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Namun siapa sangka gadis manis berambut panjang ini merupakan atlet taekwondo putri asal Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah meraih banyak medali emas di berbagai kejuaraan junior level nasional dan internasional. 

Dea, begitu ia akrab disapa ternyata telah meraih berbagai predikat juara seperti saat turun di Kejuaraan Nasional Taekwondo Piala Kapolres Semarang yang digelar di GOR Wujil Semarang pada 27-28 April 2019 lalu. Dalam ajang yang diikuti atlet taekwondo Uti Pro andalan dari Sumatera, Jawa, Bali, dan Papua itu, Dea ini mampu meraih prestasi dengan merebut tiga medali emas bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam Tim Projois Yogyakarta. 

Tiga kelas yakni Individual Poomsae, Pair Poomsae bersama Muhammad Daffa, serta Poomsae Beregu bersama Shinta dan Karel berhasil dikuasainya. Karena perolehan tersebut, Tim Projois Yogyakarta juga akhirnya dapat merebut gelar Juara Umum dan membawa pulang piala bergilir Kapolres Semarang.

“Tahun ini adalah tahun terakhir saya di kelas Junior, karena tahun depan sudah masuk di kelas Senior. Persaingan di kelas Senior semakin berat, jadi saya harus berlatih lebih keras. Sudah jadi tekad saya sejak kecil menjadi atlet taekwondo, harus dimaksimalkan,” ungkapnya ketika berbincang dengan wartawan. 

Dea sendiri tercatat pernah meraih medali emas di level internasional yakni Individual Poomsae dan Family Poomsae dalam ajang 1st World Children Taekwondo Championships, Stuttgart, Germany, tahun 2013, serta medali emas Poomsae Individual Under 13 dalam ajang World Children Taekwondo Culture Festival, Korea tahun 2015. Tak lama lagi, putri pasangan Koko Sri Handoko dan Herny Oktavia ini juga akan mengikuti Kejuaraan Taekwondo Internasional Pakualam Cup ke-2 yang akan berlangsung di Yogyakarta pada akhir tahun 2019 ini. 

Seperti diketahui, dalam ajang 1st Pakualam Cup International Taekwondo Championship, Yogyakarta, September 2017 lalu, dara kelahiran 14 Januari 2004 ini memperoleh dua medali emas sekaligus melalui nomor Poomsae Individual Junior Female dan Poomsae Junior Pair.

“Akhir tahun akan ada kejuaraan internasional di Yogyakarta yang Insya Allah akan saya ikuti, sehingga dari sekarang saya harus sudah mulai mempersiapkannya. Harapan saya ke depannya, saya masih bisa membawa bendera Merah Putih dalam kejuaraan-kejuaraan internasional. Di Pakualam Cup 2017 lalu saya dapat dua medali emas sekaligus melalui nomor Poomsae Individual Junior Female dan Poomsae Junior Pair, tahun ini harus bisa maksimal lagi,” sambung Dea. 

Dea sendiri menekuni olahraga bela diri taekwondo sejak usia 6 tahun. Kini, Dea berlatih hampir setiap hari di Dojang Djowitan Taekwondo Club Yogyakarta, di bawah bimbingan Pelatih Taufik Ardiyanto. 

Selama menekuni olahraga tersebut, Dea sudah mengantongi 46 medali dari tingkat daerah, nasional, hingga internasional. Kejuaraan-kejuaraan skala internasional di beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Korea, dan Jerman juga diikuti dengan prestasi luar biasa. 

“Saya ingin tetap berusaha maksimal di olahraga Taekwondo. Mudah-mudahan bisa terus konsisten dan membawa prestasi untuk Indonesia kedepan,” pungkas gadis kelahiran Yogyakarta 14 Januari 2004 ini. (Fxh)