DIY Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 08 Juni 2019 / 00:10 WIB

AirNev Akan Beri Sanksi Tegas Penerbangan Balon Udara Liar

SLEMAN, KRJOGJA.com - Nono Sunariyadi, General Manager AirNav Indonesia Cabang Yogyakarta mengatakan, sejak beberapa waktu lalu AirNev telah melakukan penerbitan Notice To Airmen. Seluruh traffick Pesawat diharapkan berhati-hati karena adanya peluncuran balon udara liar. 

Peringatan itu dikarenakan adanya kegiatan penerbangan balon sebagai bentuk kegemaran masyarakat lokal saat bulan Syawal.

"Peningkatan kewaspadaan Air Traffick Control ( ATC) terhadap pergerakan atau peluncuran balon udara liar dengan memberikan informasi kepada pesawat berdasarkan laporan laporan pilot sebelumnya," kata Nono kepada wartawan ketika ditemui di Kantor AirNev Yogyakarta, Jum'at ( 07/06/2019).

Untuk mengantisipasi kegiatan itu terjadi, sejumlah sosialisasi telah dilakukan. Adapun sosialisasinya pada tanggal 16 Mei 2019 Wonosobo, 22 Mei di Kecamatan Kretek, Wonosobo, 1 Juni di desa Womerto Kecamatan Wonosobo, dengan mengundang kapolsek, dandim, ranmil, kepada desa, kelurahan sewonosobo serta tokoh tokoh masyarakat, pengamanan dan penggemar balon.

"Kita sosialisasikan mengenai bahaya dari balon udara yang diterbangkan liar kepada sejumlah masyarakat beserta tokoh dan pihak keamanan lainnya," tambahnya.

Namun, pihak AirNev mendapat informasi dari pilot pesawat, adanya aktifitas balon udara liat yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Hingga Kamis (06/06/2019) tercatat adanya 11 laporan dari pilot.

"Kemarin saya juga mengadakan koordinasi dengan kapolres Wonosobo Via telpon. Kemudian dengan lanud Adisucipto terkait pencegahan balon udara tersebut. Bahkan lanud dengan tegas menyatakan jika itu terjadi di DIY akan melakukan penindakan terhadap para personil yang menerbangkan balon secara liar," tuturnya.

"11 laporan itu mulai dari tanggal 4 5 6 Juni, untuk hari ini tidak ada laporan sama sekali," lanjut Nono.

Karena semuanya sudah di atur dalam peraturan menteri no 40 tahun 2018 . Bahwa mereka ( penggemar balon) boleh saja menerbangkan balon udara, tetapi dengan cara diikat atau ditali. Begitiu juga diameter balon harus empat meter. Tinggi tujuh meter, sedangkan tinggi terbang 150 meter maksimum. 

"Ketentuannya seperti itu, dan balonpun dia enggak boleh dilepas harus diikat," tegasnya.

Jika terjadi pelanggaran dari ketentuan tersebut, misalnya balon itu dilepas kemudian terbukti. Pelaku langsung di tangkap. Hal itu sesuai UU No 1 tahun 2009. Hukum pidananya maksimum dua tahun beserta denda 500 juta. (Ive)