Gaya Hidup Editor : Danar Widiyanto Jumat, 07 Juni 2019 / 18:50 WIB

Pesawat Boeing 737 Max Kehilangan Kepercayaan dari Masyarakat

CEO Boeing Dennis Muillenburg telah mengumumkan Boeing 737 MAX sudah selesai memperbarui software mereka yang malfungsi.

Izin penerbangan pesawat pun sedang dipersiapkan setelah berbulan-bulan pesawat dicekal banyak negara, termasuk negara asalnya:Amerika Serikat (AS).

Sayangnya, optimisme CEO Boeing tidak dirasakan warga AS. Berdasarkan survei terbaru, sebagian besar dari mereka memilih menahan diri naik Boeing 737 MAX hingga beberapa bulan, dan ada pula yang tak mau lagi naik pesawat tersebut.

Dilaporkan Business Insider, 41 persen warga AS baru bakal terbang dengan Boeing 737 MAX jika sudah teruji aman sebanyak enam bulan, 11 persen akan menunggu empat sampai enam bulan, lalu 10 persen  menyebut tiga bulan, sementara delapan persen tidak pernah mau naik Boeing 737 MAX.

Hasil itu berdasarkan survei UBS terhadap 1.000 lebih responden. Peneliti menyebut kabar negatif mengenai Boeing, serta fakta  pesawat dikandangkan hampir tiga bulan dan sorotan media membuat masyarakat khawatir.

"Jadi mungkin tidak mengejutkan sekitar 70 persen warga AS memiliki keraguan untuk memesan penerbangan pada pesawat itu," ujar pemimpin analis aerospace UBS, Myles Walton.

Valuasi Boeing juga jatuh hingga USD 50 miliar karena imbas tragedi jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX. Akan tetapi pihak UBS dan Wall Street tetap yakin dengan performa Boeing di masa depan.

UBS memprediksi saham Boeing juga tidak akan terperosok lebih dalam. Kehadiran izin penerbangan oleh otoritas penerbangan AS juga dipandang sebagai kabar baik untuk jangka pendek.(*)