DIY Editor : Danar Widiyanto Jumat, 07 Juni 2019 / 08:50 WIB

Harga Makanan Lesehan Malioboro 'Dimahalkan', Laporkan!

YOGYA, KRJOGJA.com - Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Ekhwanto mengatakan, Pedagang kaki lima(PKL) di kawasan Malioboro dilarang keras menaikan harga seenaknya kepada pengunjung. Jika kedapatan, pedagang akan diberi sanksi tegas kepada para PKL yang 'nuthuk' harga tinggi.

Sanksi yang diberikan berupa teguran hingga nantinya berpengaruh pada proses penjualan para pedagang dengan melakukan penutupan lapak PKL.

"Bagi pedanga yang berani nutuk harga akan kena sanksi yang berat sampai penutupan lapak," kata Ekhwanto kepada wartawan di kawasan Malioboro, Jum'at (07/06/19).

Sanksi ini diterapkan untuk menghentikan kebiasaan 'aji mumpung' para pedagang di momen lebaran. Pasalnya saat lebaran, Malioboro dipadati wisatawan. Para PKL pun laris manis diserbu pengunjung. 

Disayangkan ada beberapa PKL yang memanfaatkan momen lebaran untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya dengan menerapkan harga yang sangat tinggi.

Sanksi tegas, lanjut Ekhwanto, diberlakukan untuk menjaga image positif pariwisata Yogyakarta tidak tercoreng.

"Naikin harga sedikit tidak masalah asal masih dalam tahap wajar. Karena saat lebaran beberapa harga pokok naik. Jangan sampai kenaikannya karena aji mumpung," terangnya.

Selain itu para PKL yang hendak menaikkan harga wajib membuat daftar menu baru dan kemudian dipasang di tempat yang terlihat oleh konsumen. Hal ini dilakukan untuk mencegah timbulnya persepsi negatif dari para pembeli.

"Buat daftar harga baru dalam cetakan. Jangan ada tempelan tambahan harga di dalam daftar harga. Kalau ditempel biasanya aji mumpung," pungkasnya.

UPT Malioboro sudah mengumpulkan para PKL dan mensosialisasikan ketentuan ini jauh-jauh hari sebelum moment lebaran tiba. Paguyupan para PKL juga diminta untuk mengawasi anggotanya agar tidak bandel.

Bagi pengunjung yang tidak nyaman saat berwisata ke kawasan Malioboro, UPT Malioboro membuka posko pengaduan permasalahan parkir dan harga makanan. Posko berada di kantor UPT Malioboro Jalan Malioboro nomor 56. 

"Aduan juga bisa disampaikan di tourist information center yang berada di depan Mall Malioboro dan Kantor Gubernur," pungkasnya. (Ive)