DIY Editor : Agus Sigit Sabtu, 01 Juni 2019 / 18:26 WIB

Pesantren Ramadan, MTsN 5 Bantul Hadirkan Kak Iwan

BANTUL, KRJOGJA.com  - MTsN 5 Bantul  menyelenggarakan Pesantren Ramadan Tahun 1440 H  menghadirkan Kak Iwan, Pendongeng ternama dari  Yogyakarta. Ia  memberikan tausiah kepada para siswa yang berada di Kampus Hijau Matsamaba, Bantul, Selasa (28/5). Dengan gaya yang khas bak seorang pendongeng, membuat yang hadir terkesima tak ada seorangpun yang berbicara.

Kak Iwan menceriterakan tentang dahsyatnya hari kiamat, penghitungan amal manusia, perjalanan melalui Shiratal Mustaqim sampai dengan  masuk ke surga ataupun neraka. Untuk memberikan kekuatan tausiahnya, alumni jurusan teater ISI Yogyakarta ini dibantu boneka sehingga membuat suasana makin menarik. “Adik-adik, anak yang saleh akan menerima raport dengan tangan kanan dan dia akan masuk ke dalam surga, sedangkan anak yang ingkar akan dimasukkan ke neraka tanpa ampun. Anak saleh adalah mereka yang menjalankan perintah Allah SWT dan meninggalkan larangannya, serta mencintai sesama manusia," ujar Iwan.

Pendiri Sanggar Suto dan Komunitas Sosial, Art & Religi Yoyakarta menambahkan, semua perbuatan manusia di dunia, akan diminta petanggung jawabannya di akhirat kelak. Kelak manusia akan diperintah berjalan melewati shiratal mustaqim. Manusia akan jatuh ke neraka jika saja tidak bisa melaluinya. Sebaliknya, manusia akan menikmati keindahan surga jika dapat melewatinya. "Jembatan shiratal mustaqim merupakan jembatan di atas neraka jahannam yang menghubungkan dengan pintu surga, namun sebelum menuju pintu surga. Semua manusia harus bisa melalui jembatan yang digambarkan sebagai jembatan yang sangat tipis dari sehelai rambut dan lebih tajam dari pedang," imbuhnya.

Koordiantor Agama Matsamaba Musa Surahman SAg menjelaskan, kegiatan Pesantren Ramadhan dilaksanakan selama dua hari Senin dan Selasa (27-28/5). Pada hari pertama kegiatannya meliputi salat dhuha, simaan Juz 1, lomba ceramah agama setiap kelas diwakili satu orang.

Untuk hari kedua diawali jamaah Asar, simaan juz 30, pengajian. buka puasa, jamaah magrib, isya, dan tarawih. Pesantren Ramadan diikutii seluruh guru, karyawan, siswa kelas 7 dan 8.

Drs Sutanto salah seorang guru kepada <I>KR<P>  menjelaskan, dengan kegiatan ini diharapkan agar siswa dapat melaksanakan shalat dengan khusyuk. Untuk mencapainya diawali dengan wudhu yang sempurna (tak boleh sambil bicara/sembrono), ketika masuk ke masjid/mushala tidak berbicara kecuali  mengucapkan kalimah thoyibah (dzikir,baca quran,baca quran), dan ketika mau shalat membaca ta`awudz dan surah An-Nas. Di akhir acara dilaksananakan penyerahan hadiah lomba Ceramah Agama oleh Kepala Madrasah Siti Soilchah, S.Pd. Adapun juara 1. Muhammad Rifhan Alfardzi (8A) 2.Fitri Risnasari (7D) 3.Alfina Salma Fataya (8B) Juara Faovorit Dita Sulistyani (7A). Keempatnya memperoleh uang pembinaan dan piagam penghargaan dari madrasah. (Rar)