Olahraga Editor : Danar Widiyanto Jumat, 31 Mei 2019 / 12:50 WIB

Yogya Masuk Nominasi Tuan Rumah IBL

JAKARTA, KRJOGJA.com - Yogyakarta masuk dalam salah satu kota yang diprioritaskan untuk menjadi tuan rumah kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) pada musim kompetisi IBL mendatang.

Menurut Direktur Indonesian Basketball League (IBL), Hasan Gozali, Yogyakarta memiliki syarat yang cukup baik. Sebab selain animo penonton yang bagia juga memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Sehingga menjadi modal kuat untuk dipilih menjadi tuan rumah kompetisi IBL.

"Kita menilai Yogakarta memiliki fasilitas memadai dan animo penonton yang baik, Sehingga laik diprioritaskan menjadi tuan rumah IBL," kata Hasan Gozali ketika dihubungi di Jakarta.  Jumat (31/5/2019).

Selain Yogyakarta diakui ada beberapa kota lainnya yang laik menjadi tuan rumah. Diantaranya, Jakarta, Solo dan Bandung.

Meski diakuinya ada beberapa daerah yang memiliki fasilitas bagus, tapi para peserta mengeluh karena biaya hotelnya mahal. Namun demikian, Hasan tidak bersedia menyebutkan kota tersebut.

Sedangkan gelaran kompetisi IBL musim mendatang, belum tentu akan dilakukan diluar Jawa.  Karena pada umumnya tidak memiliki gasilitas yang memadai. "Kalaupun ada mungkin Batam,  selain fasilitasnya bagus juga Pemda sangat membantu memberi kemudahan," ujar Hasan.

Mengenai Klub Bogor Siliwangi yang mundur dari IBL,  Hasan menyatakan ada empat klub yang menajukan diri untuk menjadi penggantinya pada musim kompetisi IBL mendatang .

Seperti diketahui, Bogor Siliwangi terpaksa mundur dari IBL lantaran dinilai gagal memenuhi ketentuan dan kewajiban yang diberlakukan pihak liga.

Hasan menjelaskan klub basket yang tertarik bergabung di IBL musim depan berasal dari klub amatir dan kepemilikan pribadi.

Sebelum memilih salah satu klub untuk mengisi slot yang ditinggalkan Bogor Siliwangi, pihak IBL, kata Hasan, akan terlebih dulu melakukan peninjauan dari sisi finansial, visi, dan komitmen.

Hal itu disebut untuk menghindari kasus seperti Bogor Siliwangi."Pasti akan ada evaluasi terhadap tim yang tertarik ini. Intinya kita tak mau kecolongan lagi. Kita ingin lebih detail lah soal finansial, komitmen, ya kalau bisa visi mereka harus sama, kalau tidak ya percuma," beber Hasan.

Dengan terdepaknya Bogor Siliwangi dari liga, IBL untuk sementara hanya memiliki sembilan klub peserta untuk kompetisi musim depan.

IBL, kata Hasan, nyatanya tak hanya melakukan komunikasi dengan empat klub di atas.

Mereka juga disebut menjalin komunikasi dengan CLS Knights Indonesia yang musim ini menjuarai kompetisi ASEAN Basketball League.

Namun, merujuk peraturan IBL yang mewajibkan setiap tim peserta mesti berbadan hukum atau perseroan terbatas (PT), kemungkinan CLS Knights untuk kembali ke kompetisi tertinggi basket Indonesia ini sulit terwujud.

Sebagaimana diketahui, CLS Knights yang kali terakhir tampil di IBL pada musim 2016, harus angkat kaki lantaran enggan mengubah status klub dari yayasan ke PT.

Hingga saat ini pun, klub kebanggaan kota Surabaya itu masih tetap mempertahankan statusnya sebagai yayasan.(Sim)