Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 27 Mei 2019 / 10:39 WIB

Kurangi Backlog Rumah, BTN Gandeng BP Tapera

JAKARTA, KRJOGJA.com - Guna mengurangi backlog rumah yang mencapai 11, 5 juta unit, Bank Tabungan Negara (BTN)  siap menjadi mitra utama Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Pasalnya dengan  program 1 juta rumah per tahun, maka akan butuh waktu 11,5 tahun untuk memenuhi backlog  11,5 juta unit rumah ini. Sementara BTN hanya market share untuk KPR subsidi hanya 37 persen.
“  Untuk mengurangi backlog rumah yang mencapai 11, 5 juta unit, Bank Tabungan Negara (BTN)  siap menjadi mitra utama Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera),” kata Dirut BTN Maryono  pada acara buka puasa Direksi BTN dan Media, di Jakarta, Minggu, (26/5).

Dikatakan,  tugas dan peran Tapera sebagai motor dan penggerak perumahan sehingga bisa membuat terobosan pembiayaan perumahan.
Dipaparkan,  BTN  telah melakukan berbagai inovasi dan sinergi di segmen KPR bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).  Di segmen KPR Subsidi misalnya, perseroan aktif bersinergi dengan berbagai pihak guna penyaluran kredit yang lebih luas. Perseroan pun menciptakan produk KPR Mikro untuk menyasar MBR informal seperti tukang ojek online dan tukang bakso untuk memiliki rumah. 

Dijelaskan, BTN sejak tahun 2015 telah berkontribusi untuk perumahan mencapai 474 ribu unit. Pada tahun 2016 mencapai 519.566 unit, tahun 2017 mencapai 667.312 unit dan tahun 2018 mencapai 757.159 unit.
“ Jadi 75 persen dari target pemerintah untuk program 1 juta rumah, sudah direalisasikan oleh BTN,” tegasnya.

“Program ini merupakan program pemerintah yang perlu didukung bersama stakeholder terkait bidang perumahan. Kami akan terus berinovasi guna menjangkau semakin banyak masyarakat Indonesia, khususnya MBR untuk memiliki hunian yang terjangkau,” ujarnya.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, bank spesialis kredit perumahan ini mencatatkan pertumbuhan pesat di segmen KPR Subsidi. (Lmg)