Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 26 Mei 2019 / 15:51 WIB

CIMB Niaga Syariah Permudah Tunaikan Wakaf Uang


JAKARTA, KRJOGJA.com - Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) terus meningkatkan literasi masyarakat terhadap wakaf uang dan wakaf melalui uang. Salah satunya melalui roadshow ke masjid-masjid pada Ramadhan 1440 H, seperti di Masjid Raya Bintaro Jaya, Masjid Raya Bogor, Masjid Salman ITB Bandung, dan Masjid Al-Ikhlas Cipete, Jakarta Selatan. 

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara mengatakan, acara tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berwakaf. Dengan begitu potensi penghimpunan dana wakaf uang dan wakaf melalui uang di Bank Syariah yang akan disalurkan kepada Lembaga Pengelola Wakaf (Nazhir) dapat dimaksimalkan.

“Sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS PWU), CIMB Niaga Syariah ingin meningkatkan awareness masyarakat mengenai wakaf. Wakaf kini tak hanya bisa dilakukan dalam bentuk tanah, kuburan, atau masjid seperti pada masa lampau, tapi juga dalam bentuk uang melalui instrumen keuangan (wakaf uang) atau program wakaf melalui uang yang bersifat produktif maupun sosial,” kata Pandji di Jakarta, Minggu (26/5/2019).

Untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin menunaikan sedekah dalam bentuk wakaf uang dan wakaf melalui uang, CIMB Niaga Syariah menyediakan layanan pembayaran wakaf uang dan wakaf melalui uang dengan cara setoran langsung yang mudah diakses. Hal itu bisa dilakukan dengan memindai QR Code yang tersedia di masjid/lembaga wakaf dari aplikasi Go Mobile, membayar melalui CIMB Clicks, dan aplikasi e-Salaam.

“Kami juga menyediakan tabungan rencana dalam bentuk Tabungan iB Mapan Wakaf dengan skema hadiah wakaf dan menabung untuk wakaf. Nasabah bisa melakukan setoran rutin setiap bulan dengan Akad Mudharabah (bagi hasil). Pada saat jatuh tempo, jumlah dana serta bagi hasilnya dapat diperuntukkan sebagai wakaf uang untuk program-program wakaf yang dikelola lembaga wakaf mitra CIMB Niaga Syariah,” ujar Pandji. (*)