Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 26 Mei 2019 / 12:07 WIB

BUKA PUASA BERSAMA KELUARGA

Puluhan Warga Binaan Rutan Purworejo Khatam Alquran


PURWOREJO, KRJOGJA.com - Sebanyak 20 warga binaan permasyarakatan (WBP) muslim di Rutan Kelas II B Purworejo berhasil khatam Alquran. Mereka menyelesaikan 30 juz kitab suci hanya dalam 20 hari puasa Ramadan.
  
Tradisi merayakan khataman dilakukan secara sederhana dengan membacakan beberapa surat terakhir Alquran di Aula Baharudin Lopa rutan tersebut. "Setiap WBP membaca suratan pendek secara bergantian, hingga selesai pada surat An Nas," ungkap Kepala Rutan II B Purworejo Lukman Agung Wibowo, kepada KRJOGJA.com, Sabtu (25/5).

Mereka membacakan ayat Alquran di hadapan ustaz pembimbing, pegawai, seratusan WBP lain dan keluarga. Kegiatan khataman itu, lanjutnya, dibarengkan dengan buka puasa bersama antara WBP dengan keluarganya.

Usai menyelesaikan 30 juz, ustaz pembimbing membacakan doa dan dilanjutkan dengan tausiyah penceramah dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Purworejo, Farid Solihin. Kegiatan dilanjutkan buka puasa bersama dan salat magrib berjamaah.

Menurutnya, kegiatan keagaman menjadi terobosan penting dalam mengubah WBP menjadi lebih baik setelah keluar masa hukuman. "Apalagi selama puasa, kajian keagamaan dan baca Alquran terus setiap siang hingga sore, salat jamaah, buka puasa bersama dilanjut salat tarawih. Namun untuk yang nonmuslim, perhatian kami tetap sama, mereka dapat makan tiga kali sehari," tuturnya.

Dalam buka puasa bersama itu, rutan membuat kebijakan khusus dengan menghadirkan keluarga WBP, maksimal lima orang. Pihak rutan juga menjemput keluarga yang kesulitan datang, sesuai permintaan WBP. "Ada empat WBP yang lama tidak dikunjungi, lalu minta tolong kepada kami untuk mendatangkan keluarganya. Kami lakukan dengan senang hati, keluarga tiga WBP bisa datang, namun satu tidak bisa karena memang ada keterbatasan fisik," terangnya.
  
Kurang lebih 75 persen keluarga WBP hadir dalam kegiatan tersebut. Dihadirkannya keluarga, katanya, bertujuan untuk menciptakan suasana harmonis sehingga WBP merasa diperhatikan. "Mereka termotivasi untuk hidup lebih baik dan bertekad tidak mengulangi perbuatan jahatnya," katanya. (Jas)