Olahraga Editor : Agus Sigit Sabtu, 25 Mei 2019 / 23:00 WIB

Penalti Brian Ferreira Selamatkan PSS di Kandang

 SLEMAN, KRJOGJA.com - PSS harus puas berbagi poin 1 saat menjamu Semen Padang FC Sabtu (25/5/2019) malam. 

Tertinggal di babak pertama, PSS terselamatkan lewat gol penalti Brian Ferreira pada paruh kedua. Di awal babak pertama, PSS mengambil inisiatif menyerang dan tampak menguasai pertandingan.

Semen Padang terlihat banyak menunggu dan tak terlalu banyak memegang bola. Baru, setelah 20 menit pertandingan, Semen Padang tampak nyaman bermain mengandalkan serangan balik cepat mematikan.

Sementara tuan rumah khususnya lini tengah PSS kerap tertinggal ketika pemain depan kehilangan bola dan terjadi situasi counter attack. Menit 28 Semen Padang hampir menjebol gawang PSS setelah penyerang asing Karl Max mengirim umpan matang ke depan titik 16 pada Dedi Hartono.

Beruntung PSS memiliki Ega Rizky yang mampu membaca placing Dedi dan menepis bola ke atas mistar gawangnya. Menit 31 petaka PSS benar-benar terjadi setelah gelandang Semen Padang Rosad Setiawan melepaskan sepakan kaki kiri terukur dari luar kotak penalti.

Kali ini Ega Rizky tak bisa bereaksi lantaran Rosad memiliki sudut luas setelah tak terkawal gelandang PSS. PSS bukan tanpa peluang di babak pertama ini terlebih setelah tertinggal satu gol.

Haris Tuharea nyaris menjebol gawang Teja Paku Alam setelah mendapat umpan silang dari KH Yudo. Namun sayang sepakan winger tersebut tipis menyamping di sisi kiri gawang Teja. Papan skor tak berubah tim tamu unggul sementara 0-1 dari PSS hingga wasit Armyn Dwi dari Sumatera Selatan meniup peluit akhir babak pertama.

Memulai babak kedua, PSS langsung mengambil inisiatif penyerangan dan di menit 50, penyerang asing Elja Yevhen Bokhasvhili nyaris menjebol gawang Semen Padang. Sayang, placing kaki kiri ke tiang dekat mampu ditepis Teja Paku Alam dan urung mengubah papan skor.

PSS berupaya terus membongkar pertahanan Semen Padang, di mana Yevhen banyak bermain dari flank dan Yudo menjadi target man. Pergantian pemain dilakukan Kak Seto menit 67 memasukkan Wahyu Sukarta dan menarik keluar Nerius Alom untuk menjaga kedalaman lini tengah.

Terbukti memang, lini tengah PSS terlihat nyaman pasca masuknya Wahyu lantaran Brian Ferreira dan Dave Mustaine lebih leluasa menyerang. Menit 72, PSS mendapat hadiah penalti setelah Yudo dijatuhkan di dalam kotak 16. Pemain Semen Padang sempat memprotes keputusan wasit Armyn tersebut lantaran menilai tidak ada kontak.

Eksekusi tenang Brian mengecoh Teja Paku Alam pun mampu mengubah papan skor menjadi sama kuat 1-1. PSS beberapa kali mencipta serangan berbahaya di sisa babak kedua.

Namun rapatnya barisan pertahanan Semen Padang yang digalang Agung Prasetyo dan Shukurali Pulatov membuat penyerang-penyerang Sleman patah arang. PSS tak bisa mencetak gol kemenangan dan tuan rumah harus puas berbagi poin 1 dengan Semen Padang FC.

Kepada wartawan usai pertandingan, pelatih Semen Padang, Syafrianto Rusli mengungkap laga malam tadi berlangsung cukup menarik di mana kedua tim saling menyerang beradu strategi. Ia menyebut pemainnya mau bekerja keras hingga mampu membawa pulang satu poin dari Maguwoharjo.

“Ini kerja keras pemain kami hari ini dan saya sangat mengapresiasi hasil ini. Kami memainkan game defending dan secara taktikal kami mencoba lebih efektif karena lawan pasti ingin mencetak gol. Saya tak komentar masalah pinalti karena itu hak wasit, itulah keputusan wasit dan saya menghormati,” ungkapnya.

Sementara, juru racik PSS, Seto Nurdiantoro mengaku belum puas dengan permainan anak asuhnya lantaran kehilangan poin di kandang. Di laga kali ini Kak Seto menilai pemain-pemainnya tak berada dalam top performa yang itu menjadi bahan evaluasi kedepan.

“Pemain sudah berusaha memenangkan pertandingan, ada beberapa peluang tapi tak bisa jadi gol. Hasil kita syukuri namun secara permainan masih banyak yang perlu dievaluasi. Pemain-pemain kami tidak berada dalam top perform, ini jadi bahan evaluasi,” ungkap Kak Seto. (Fxh)