Kisah Inspiratif Editor : Agung Purwandono Sabtu, 25 Mei 2019 / 20:40 WIB

Yudi Karyono Gunakan Egrang Tempuh Jarak 551 Kilometer, Jogja-Jakarta

YUDI Karyono (56) layak mendapat sebutan sebagai Raja Egrang dari Yogyakarta. Di tahun 2015 ia menempuh jarak Jogja - Jakarta sejauh 551 kilometer selama 20 hari menggunakan egrang.

Setahun setelahnya, ia menempuh perjalanan Yogyakarta - Surabaya juga menggunakan egrang. Bertemu Walikota Surabaya Tri Risma Haryani setelah menempuh jarak 330 kilometer selama 18 hari, ia menyerahkan sepasang egrang buatannya sembari berpesan untuk melestarikan budaya.

Perjalanan yang ia lakukan membawa pesan kepada siapapun yang ditemuinya agar melestarikan permainan tradisional.

“Saya ingin menunjukkan bahwa egrang itu permainan yang menyenangkan, ngga kalah menyenangkan dari gadget. Miris saya melihat anak-anak yang menghabiskan waktunya hanya dengan gadget. Ya meskipun ngga bisa mengalahkan gadget, tapi setidaknya bisa mengimbangi lah antara permainan tradisional dan gadget,” katanya.

Meski tidak muda lagi, bapak dua putra ini sangat bersemangat soal permainan tradisional. Ia ingin memperkenalkan egrang kepada masyarakat luas khususnya generasi milenial.

Yudi Karyono kemudian membentuk sebuah paguyuban yang dinamakan Komunitas Egrang Yogyakarta agar misinya tercapai. "Ini merupakan kumpulan orang yang gemar bermain Egrang. Anggota yang bergabung dalam komunitas ini berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak, remaja, mahasiswa, hingga lansia," katanya kepada KRJogja.com belum lama ini dalam sebuah perbincangan.

Menurut Yudi Karyono tidak ada batasan bagi yang ingin bergabung. Siapapun bisa ikut untuk belajar egrang dalam komunitasnya tersebut.

Komunitas yang dibentuknya adalah bentuk kecintaannya pada permainan tradisional yang saat ini kian terkikis oleh teknologi. Menurutnya anak-anak zaman sekarang sudah sangat jarang bermain aneka permainan tradisional.

Begitu juga dengan perjalanan jauh yang ia lakukan merupakan bentuk rasa cintanya yang sedemikian besar pada permainan tradisional.

Yudi Karyono menceritakan bagaimana ia menciptakan egrang yang kuat untuk menempuh perjalanan jauh tersebut. Yudi pun menciptakan sepasang Egrang  setinggi empat meter yang sudah dimodifikasi pada bagian bawah, dengan memberinya peredam berbahan karet dari ban bekas, supaya tidak cepat habis ketika terkena gesekan aspal.

Yudi Karyono dengan egrang modifikasinya (Vicky Masaya)

Pada tatakan alas kaki juga telah dimodifikasi dengan menambahkan plat besi, dilapisi juga dengan sandal dan busa supaya nyaman ketika dipijak. Pada bagian atas Egrang, Yudi menambahkan atribut berupa bendera merah putih. Sebagaimana Yudi menuturkan bahwa ia sangat mencintai Indonesia.

Dari penciptaan Egrang dan perjalanan jarak jauhnya tersebut, Yudi mendapatkan julukan sebagai Raja Egrang. Hingga kini sebutan Raja Egrang selalu melekat dan tidak terpisahkan pada diri Yudi.

Hingga saat ini, warga dari RT 48 RW 13 Kelurahan Panembahan Keraton Yogyakarta itu semakin mencintai Egrang. Ia mengaku akan terus menggiatkan egrang agar tetap lestari dan menjadi permainan tradisional yang menyenangkan.

Oleh karena itu, Yudi bersama Komunitas Egrang Yogyakarta terus menggiatkan kegiatan kebudayaan khususnya Egrang di Yogyakarta. Ia bersama komunitasnya juga senantiasa hadir di Alun-alun Utara setiap hari. Hal ini tentu saja untuk semakin mengenalkan Egrang kepada masyarakat milenial.

Mulai dari jam 16.00 sampai jam 22.00, ia mempersilakan siapapun yang ingin bermain. Ia bersama komunitasnya tidak pernah memasang harga. Sebab hal ini sudah timbul dari rasa cinta terhadap egrang. Semuanya bisa bermain egrang dengan sukarela.  Yudi juga mengimbuhkan bahwa asalkan egrang semakin dikenal, hal ini selalu menjadi hal yang menyenangkan. (Vicky Masaya/KR Academy)