Gaya Hidup Agregasi    Minggu, 26 Mei 2019 / 07:41 WIB

Akses Media Sosial Pulih, Segera Hapus Aplikasi VPN

JAKARTA, KRJOGJA.com - Akses media sosial sudah kembali normal pasca dibatasi saat aksi 22 Mei. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan pada hari ini bahwa antara pukul 14.00 - 15.00 sudah bisa kembali normal untuk akses media sosial.

Sebelumnya Okezone juga mendapatkan penjelasan resmi melalui Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu terkait normalisasi atau pengembalian fungsi fitur pengiriman gambar, foto dan video di media sosial karena situasi yang dinilai telah kondusif.

Sebelum dicabutnya pembatasan ini, sebagian masyarakat menggunakan virtual private network (VPN). Sekalipun terbukti mampu membuat pengguna bisa mengakses media sosial maupun berkirim gambar, tetapi penggunaan VPN memiliki risiko.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pun turut mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan sembarang VPN. "Menggunakan sembarang VPN justru dapat memberikan resiko yang lebih besar bagi keamanan data pribadi kita. Ketika menggunakan VPN berarti kita mempercayakan jalur koneksi dan data pribadi kita melalui server milik perusahaan penyedia jasa VPN," kata BSSN dalam akun Instagram resminya, Rabu (22/5/2019).

BSSN juga menyebutkan beberapa data-data yang mampu dilihat bahkan digunakan pihak yang tidak bertanggungjawab, seperti profiling yang meliputi aktivitas media sosial, kecenderungan politik, riwayat transaksi e-commerce, dan banyak lagi.

Kemudian data lainnya seperti password, akun pribadi, bahkan data perbankan seperti kartu kredit. Tak hanya itu, penggunaan VPN menurut BSSN juga berdampak pada serangan malware.

Dengan dipulihkannya akses media sosial ini, Kominfo mengimbau agar pengguna telepon seluler atau gadget dan perangkat lain segara menghapus pemasangan (uninstall) aplikasi virtual private network (VPN) agar terhindar dari risiko pemantauan, pengumpulan hingga pembajakan data pribadi pengguna.

Sekadar informasi, pemerintah melakukan pembatasan media sosial bersamaan dengan adanya aksi 22 Mei 2019. Hal tersebut menurut Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara untuk mencegah viralnya berita negatif terkait aksi 22 Mei di media sosial terutama WhatsApp.

Lebih lanjut dia juga menjelaskan jika fitur yang tidak diaktifkan untuk sementara yakni pengiriman video dan foto. Hal ini lantaran, lanjut dia foto dan video lebih cepat viral dan membuat warganet langsung emosi, bahkan tanpa teks.