Jateng Editor : Ivan Aditya Sabtu, 25 Mei 2019 / 13:18 WIB

1.500 Warga Dapat Sembako Murah

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mendistribusikan paket sembako murah untuk warga tidak mampu di Kabupaten Purworejo, Sabtu (25/05/2019). Sebanyak 1.500 warga Kecamatan Kutoarjo mendapat kupon untuk ditukar paket yang ditebus Rp 10.000 itu.

Distribusi paket sembako murah dilakukan di tiga titik, terdiri atas Kantor Kelurahan Suren, Kantor Kelurahan Kutoarjo dan Balai Desa Wirun. "Distribusi di Purworejo adalah bagian dari kegiatan kami yang dilakukan serentak di lima kabupaten Jawa Tengah," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, Muhammad Arif Sambodo, menjawab pertantaan KRJOGJA.com.

Selain di Purworejo, pemprov menyalurkan paket sembako murah pada 12 titik lain di Kabupaten Banjarnegara, Pemalang, Demak dan Grobogan. Pemerintah menyiapkan paket berupa dua kilogram beras premium, satu kilogram gula pasir, satu liter minyak goreng dan dua bungkus mi instan.

Paket tersebut memiliki nilai Rp 60.000. "Kami subsidi untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu dalam menghadapi hari raya, cukup mengganti Rp 10.000 perpaket," tuturnya.

Pendistribusian paket sembako secara serentak juga bertujuan menstabilkan harga. Harga, katanya, diharapkan dapat ditekan meski nilainya kecil karena masyarakat penerima tidak perlu lagi belanja beras, minyak goreng dan gula pasir di pasaran. "Harapan kami kegiatan serupa dilakukan kabupaten atau pihak swasta, sehingga meski pengaruhnya sedikit, kami yakin pelaksanaan serentak bisa membantu menstabilkan harga," ungkapnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (KUKMP) Purworejo Sri Suhartini mewakili Kepala Dinas KUKMP Gandi Budi Supriyanto mengemukakan, pendistribusian paket sembako berjalan lancar dan tertib. Tidak ada aksi saling dorong demi berebut paketan tersebut. Ratusan warga dengan membawa KTP elektronik, antre di tiap titik pembagian.

Menurutnya, kegiatan tersebut murni menggunakan anggaran provinsi. Pemkab, kata Suhartini, hanya diminta tolong menyiapkan pelaksanaan distribusi sembako. "Kami terima kupon dan distribusikan lewat pemerintah desa sebelum hari pembagian. Kami minta sasaran utama penerima adalah warga miskin di desa mereka," ujarnya.

Namun apabila jumlah kupon berlebih, desa/kelurahan boleh mendistribusikan kepada warga miskin di luar wilayah mereka. "Yang penting masih warga Purworejo," tegasnya. (Jas)