Jateng Editor : Ivan Aditya Sabtu, 25 Mei 2019 / 12:54 WIB

Balkondes Nafas Baru Wisata di Borobudur

MAGELANG, KRJOGJA.com - Dari data BPS 2015, ada 5 hingga 6 dari 20 desa di Kecamatan Borobudur masuk desa termiskin di Jawa Tengah. Terkait hal itu, pemerintah pusat membuat kebijakan pendirian Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di 20 desa di Kecamatan Borobudur tersebut.

Melalui CSR dari sejumlah BUMN, akhirnya hal itu terealisasi mulai tahun 2016 lalu. Namun hingga Mei 2019 ini, baru 19 Balkondes yang berdiri. “Saat ini masih ada satu balkondes yang masih dalam tahap penyelesaian pekerjaan. Yakni Balkondes di Giripurno. Namun demikian, ditargetkan akhir Juni besok sudah selesai,” kata Direktur PT Manajemen CBT Nusantara (MCN), Jatmika Budi Santoso di Balkondes Tegal Arum, Borobudur, Sabtu (25/05/2019).

Disampaikan Jatmika yang kini yang diminta membawahi Balkondes dari segi pembinaan dan pengelolaan itu, jika pendirian Balkondes tersebut, salah satu alasannya adalah untuk pemerataan wisataan dari Candi Borobudur. “Program ini bisa menjadi sebuah solusi. Dimana selama ini, wisatawan yang datang di candi Borobudur bisa terbilang memiliki waktu singkat. Dengan demikian, warga sekitar tidak bisa menikmatinya. Kalau pun menikmati, hanya segelitir orang. Salah satunya pengasong,” ungkapnya.

Karena itu, kata Jatmika, dengan pendirian Balkondes dengan sejumlah aktivitas disekitarnya, diharapkan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan yang berkinjung ke Candi Borobudur. “Disini kami menawarkan berbagai pengalaman unik dan menarik yang akan dinikmati secara langsung oleh wisatawan melalui konsep ‘The Experience of Village Atmosphere’,” jelasnya.

Dengan berbagai aktivitas yang ada di Balkondes tersebut, diharapkan waktu wisatawan tidak akan habis dinikmati dalam satu hari saja. Disini, wisatawan juga bisa terlibat aktif secara langsung dalam berbagai pengalaman menarik yang ditawarkan.  “Meski baru 2016, namun sedikit demi sedikit hal ini mulai berjalan di sejumlah balkondes. Bahkan mulai banyak wisatawan yang menghinap di balkondes,” ungkapnya.

Disebutkan Jatmika, dari 19 Balkondes yang sudah berdiri, 16 diantaranya sudah bisa mandiri. Bahkan ada yang omsetnya sudah mencapai Rp 1 Miliar. Yakni Balkondes Ngaran di Desa Borobudur. “Tahun 2018 kemarin, omsetnya sudah mencapai Rp 1,3 Miliar. Tahun 2019 ini, kami targetkan bisa dua kalinya. Untuk lainnya, sementara masih dibawah itu. Namun dengan pengelolaan dan kerjasama dari semua pihak, kami yakin tidak akan lama lagi bisa menyamainya,” pungkasnya. (Bag)