DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 25 Mei 2019 / 11:52 WIB

Dinas Perdagangan Bentuk Tim Gabungan

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Guna mengantisipasi munculnya pasar tumpah di Kabupaten Kulonprogo selama musim Lebaran 2019, Dinas Perdagangan membentuk tim gabungan termasuk jajaran kepolisian.

“Tim beranggotakan jajaran Polres Kulonprogo, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub). Tim akan menyisir sejumlah pasar di Kulonprogo yang berpotensi memunculkan pasar tumpah,” kata Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan setempat, Slamet Riyadi.

Pemerintah menilai upaya pemantauan perlu dilakukan mengingat kemunculan pasar tumpah bisa menimbulkan kemacetan lantaran intensitas kendaraan selama arus mudik dan balik Lebaran sangat tinggi. “Pasar Wates, Brosot, Kenteng, Jombokan, Nanggulan sampai Samigaluh dan Dekso akan dipantau oleh tim,” jelasnya.

Dalam melaksanakan tugasnya, tim juga akan membantu kelancaran arus lalu lintas di pasar tumpah. Terutama jika pasar tersebut sudah menimbulkan kemacetan. Upaya pencegahan kemacetan dengan mengeluarkan imbauan agar para pedagang tetap berjualan di tempat yang telah disediakan.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas, Dishub, Hera Suwanto menjelaskan, hampir di setiap wilayah kecamatan di Kabupaten Kulonprogo ada pasar tumpah. Seperti di Kecamatan Temon, ada Pasar Temon. Sedangkan Kecamatan Wates terdapat di Pasar Bendungan dan Pasar Wates. Sedangkan di Kecamatan Kalibawang, pasar tumpah dapat ditemui di Pasar Dekso.

“Menjelang Hari Raya, pengunjung pasar tumpah sangat ramai sampai ke bahu jalan. Kondisi tersebut bisa menimbulkan kemacetan,” ujarnya.

Dalam koordinasi, pihak Dishub meminta kepada Dinas Perdagangan untuk mengingatkan masing-masing pengelola pasar agar menertibkan para pedagangnya sehingga aktivitas transaksi tidak sampai menimbulkan kemacetan lalu lintas. “Dari sisi jalan raya kami juga akan berkoordinasi dengan jajaran kepolisian,” ujarnya. (Rul)