Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 25 Mei 2019 / 06:51 WIB

Pernah Belajar Merakit Bom di Yogya, 2 Militan Ini Ditangkap di Malaysia

MALAYSIA, KRJOGJA.com - Dua militan ahli perakitan bom telah ditangkap di Kuala Muda, Kedah, Malaysia. Keduanya diringkus setelah berhasil melakukan tes bahan ledak di dekat rumah mereka. Saat ini, pihak berwenang tengah berusaha mencari bahan peledak yang masih tersisa.

Bom yang berhasil dibuat oleh Muhammad Syazani Mahzan and Muhamad Nuurul Amin Azizan adalah jenis Triacetone triperoxide (TATP).

"Otoritas menduga kuat bahwa keduanya telah berhasil mengetes senjata. Tapi beruntung bahwa militan-militan itu telah ditangkap sebelum mereka menggunakan bahan peledak kepada para target," kata sebuah sumber anonim sebagaimana dikutip dari situs berita daring Malaysia The Star pada Jumat (24/5/2019).

Pihak berwenang Malaysia juga percaya bahwa keduanya menyembunyikan bahan-bahan untuk peledak, termasuk TATP buatan mereka.

Inspektur Jenderal Polisi Datuk Seri Abdul Hamid Bador mengatakan bahwa kedua militan yang ditangkap telah mengikuti pelatihan pembuatan bom di Yogyakarta pada 2018 lalu. Saat itu, kegiatan disinyalir diadakan oleh kelompok teror Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Indonesia, menurut laporan The Star.

"Kedua tersangka juga menyurvei beberapa gereja di Yogyakarta untuk target potensial," kata Abdul Hamid.

"Muhammad Syazani juga berencana menargetkan rumah ibadah non-Muslim di Malaysia melalui serangan bom bunuh diri," lanjutnya.

Kedua militan itu termasuk di antara tiga orang yang ditahan dalam operasi pemberantasan teror di Kedah dan Selangor pada 14 Mei oleh Divisi Anti Terorisme (E8). Orang ketiga yang ditangkap adalah warga negara Indonesia bernama Nuruddin Alele.

"Tersangka Indonesia berencana untuk meninggalkan negara itu begitu rencana terornya berhasil. Dia berencana untuk pergi ke Indonesia melalui dermaga ilegal di sekitar Banting," kata seorang sumber yang dirahasiakan identitasnya.(*)