Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 25 Mei 2019 / 03:51 WIB

Terus Bertambah, MK Terima 258 Permohonan Sengketa Pileg

JAKARTA, KRJOGJA.com - Sejak dibukanya pendaftaran sengketa pemilu, Mahkamah Konstitusi (MK) telah menerima sebanyak 258 permohonan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) 2019. Sengketa tersebut terkait pemilihan legislatif (Pileg) 2019.

“Sampai pukul 11.00 WIB sudah ada 258 permohonan. Sebanyak 249 diajukan partai politik, 9 diajukan calon anggota DPD,” kata Juru bicara MK, Fajar Laksono dalam keterangannya, Jumat (24/5/2019).

Fajar mengatakan, pendaftaran sengketa untuk pileg sudah berakhir pukul 01.46 dini hari tadi. Peserta pemilu yang sudah mendapatkan nomor antrean sebelum batas waktu berakhir atau yang ingin memperbaiki berkas, masih bisa dilayani.

“Karena pelayanan ini membutuhkan waktu sehingga petugas kami termasuk pemohon harus diberikan kesempatan untuk sahur. Kita kemudian mengambil keputusan untuk istirahat terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan pukul 08.00 WIB tadi. Artinya, yang pukul 08.00 WIB itu adalah mereka yang sudah punya nomor antrean sejak tadi malam,” ucap Fajar.

Kendati demikian, sambung Fajar, kemungkinan jumlah gugatan itu masih bisa bertambah. Sebab, MK belum menerima semua berkas permohonan bagi pihak yang sudah mengambil Nomor Urut Pendaftaran Perkara (NUPP) sebelum batas waktu akhir, pukul 01.46 WIB.

“Kemungkinan masih bisa bertambah. Sebab MK tidak lantas kemudian menutup begitu,” ungkap Fajar.

Sebagaimana diketahui, pengajuan permohonan sengketa pemilu mulai dibuka di MK sejak Selasa 21 Mei terhitung sejak KPU menetapkan hasil suara Pemilu 2019. Pengajuan gugatan untuk pileg akan diselesaikan hingga Jumat hari ini pukul 01.46. Sedangkan untuk gugatan hasil pilpres ada perpanjangan waktu, yakni pada hari yang sama tapi hingga pukul 24.00 WIB.(*)