DIY Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 25 Mei 2019 / 02:10 WIB

10 Tahun Penerbit Pohon Cahaya, Suarakan Kebangsaan dan Idealisme

YOGYA, KRJOGJA.com - Penerbitan dan Percetakan PT Pohon Cahaya Di era teknologi digital tetap bertahan dengan idealisme literasi.  Dukungan berbagai pihak hingga bisa berusia 10 tahun, PT Pohon Cahaya akan terus memberikan sumbangsih pemikiran dan semangat kebangsaan melalui penerbitan buku berkualitas.

"Dengan semangat meningkatkan minat baca, mencerdaskan bangsa Pohon Cahaya penerbitan buku-buku berkualitas dengan pemikiran ideal,  meski banyak retur kita tetap bertahan," jelas GM PT Pohon Cahaya Y Sasongko Iswandaru dalam Perayaan Syukur Satu Dekade Pohon Cahaya "Bangga Melayani Bangsa", Kamis (23/5/2019) di Kompleks Pohon Cahaya, Jalan Bantul 55-57 Yogya.

Sasongko menyebutkan Pohon Cahaya telah mengembangkan bisnisnya di bidang packaging. "Perusahaan-perusahaan banyak membantu dengan menggunakan jasa packaging kami," tutur Sasongko. 

Ramah tamah juga menghadirkan Romo Vikep (Vikaris Episkopal) Yogyakarta Rm Adrianus Maradiyo Pr, penulis Buku yang diterbitkan Pohon Cahaya Romo V Kirjito, serta tokoh NU Gus Aan Anshori. 

"Keberadaan Pohon Cahaya dengan Penerbitan buku-buku yang menjunjung semangat persatuan dan kebangsaan sungguh membanggakan," ungkap Rm Maradiyo.

Diceritakan saat pertama bertugas sebagai Vikep di Yogyakarta,  Pastur Katolik ini menemukan banyak peristiwa intoleransi seperti pembubaran baksos, penolakan salib di makam, hingga penolakan warga beragama Katolik. 

"Sikap-sikap intoleransi ini bukan sifat asli warga Yogya karena pada akhirnya semua bisa diselesaikan dengan arif melalui srawung dan paseduluran," ucap Rm Vikep. 

Sedang Gus Aan menyatakan umat Islam dan umat Katolik bisa saling menjaga untuk mempertahankan NKRI. "Kita adalah saudara dalam berbangsa dan bernegara," tegasnya. (M-3)