Pendidikan Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 25 Mei 2019 / 03:10 WIB

Aplikasi Simonkori, Solusi Cerdas Pertanian

YOGYA, KRJOGJA.com - Problem pertanian hidroponik secara umum masih manual. Baik cara pencatatan data secara manual, cara pemeliharaan sehingga sering tidak sesuai yang diharapkan saat panen. 

"Terutama saat pengukuran suhu, kelembaban ruangan, nutrisi, PH air, pencahayaan," ujar Anton Yudhana PhD di kantor Biro Kemahasiswaan dan Alumi/Bimawa Universitas Ahmad Dahlan(UAD), kampus 1, Jalan Kapas, Semaki, Jumat (24/05/2019). 

Didampingi Dr Dedi Pramono MHum (Kepala Bimawa UAD), Danang Sukantar MPd (Kabid Pengembangan Kemahasiswaan Bimawa UAD), Anton Yudhana, menyebutkan, pertanian hidroponik kini mulai digrandrungi banyak orang. Problem yang dihadapi masih terbatas alat atau aplikasi yang mempermudah petani terutama, memiliki fitur kontrol yang praktis. Untuk itulah dibuat aplikasi fitur kontrol yang diberi nama Sistem Monitoring Kontrol Irigasi (Simonkori). 

"Simonkori itu smart farming solution atau menjadi solusi cerdas pertanian," ujarnya. Simonkori mampu menghadirkan solusi dengan membuat fitur kontrol pompa air tandon, pompa PH, pompa pencampuran zat A, zat B, pengaturan suhu ruang.

Ditegaskan Anton Yudhana, fitur kontrol berbasis Internet of Things (IoT) dan android. "Semua bisa dikendalikan dari jarak jauh. Ini efesien dan semua sangat akurat," ujar Anthon Yudhana selaku pembina. Memang dari Simonkori memiliki manfaat, efesien, hemar energi, meningkatkan hasil panen, tersedia analisis kebun, data dapat diakses dan terkoneksi dengan internet, android.

Simonkori penelitian dan inovasi dilakukan sejumlah mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) UAD, seperti Dedy Sulistyo, Hendril Satrian, Havida Kusuma Dewi, Muhammad Irsyad, Syahid Hikmatul W, Dhiaz Fairus.

Inovasi Simonkori ini mendapat apresiasi dari Kemenristek Dikti. Dapat hibah Calon Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi tahub 2019. Tahun yang sama mendapat hibah Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi. Atas penghargaan Simonkori dilakukan inovasi san telah menjadi PT Jogja Media Inovasi.

Dijelaskan Hendril Satrian, inovasi aplikasi Simonkori direspons petani hidropinik seperti Damar Hidro Farm Srumbung Magelang. Inovasi Simonkori juga diminati petani hidroponik di Lumajang, Malang, Lampung dan sejumlah kota di Indonesia. Simonkori tidak hanya untuk pertanian sayur-sayuran seperti selada, kangkung, strobery, juga bidang perikanan, seperti ternak lele, nila, udang. 

"Penelitian dan pembuatan alat ini modal awal Rp 4 juta. Setelah jadi PT dan banyak minati petani hidroponik aset sudah berkembang jadi Rp 750 juta," kata Havida, CFO PT Jogja Media Inovasi. 

"Simonkori terus dikembangkan dari aplikasi versi 2 hingga 4. Aplikasi manpu bersaing hanya dijual Rp 16 juta. Alat senada dari luar negeri bisa mencapai Rp 300 juta," tambah Hendril Satrian. Aplikasi Simonkori harapanya bisa menembus negara ASEAN.

Dedi Pramono selaku Kepala Bimawa UAD merasa bangga dengan inovasi mahasiswa. Aplikasi Simonkori, dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sudah menjadi PT Jogja Media Inovasi. "Ini bentuk inovasi unggulan, inovasi terapan yang bermanfaat bagi pertanian hidropinik. Penelitian dan inovasi seharusnya memang bermanfaat bagi masyarakat untuk kesejahteraan." tandasnya. Bimawa terus mendorong melakukam inovasi dan memberi solusi dan manfaat bagi masyarakat. (Jay)