DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 24 Mei 2019 / 12:50 WIB

172.540 Wisatawan Ditargetkan Kunjungi Gunungkidul

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Selama kunjungan wisatawan Lebaran tahun ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul tidak menarget tinggi. Pasalnya, pada masa Lebaran ini, hari libur yang ada dinilai terlalu singkat. Terkait dengan hal tersebut para pelaku usaha dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif agar mendapat keuntungan maksimal di masa puncak liburan Lebaran ini.

”Untuk libur Lebaran tahun ini kami menargetkan untuk jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 172.540 wisatawan,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono, Kamis (23/05/2019).

Dari perkiraan jumlah kunjungan wisatawan, terbanyak masih akan memadati kawasan pantai selatan dan urutan kedua adalah objek wisata Goa Pindul juga diperkirakan akan dibanjiri wisatawan. Khusus untuk daerah tujuan wisata Goa Pindul pihaknya juga sudah memberikan imbauan kepada pihak pengelola terutama jika terjadi lonjakan pengunjung, karena diakui bahwa sulit untuk menentukan langkah.

Sebab, wisatawan sendiri datang sesuai jadwal dan kedatangan mereka sering bersamaan dalam jumlah yang besar sehingga kepadatan pengunjung sulit teratasi. Dia berharap, kepada pengelola agar bisa menyediakan fasilitas atau wahana lain agar tidak terjadi tumpukan wisatawan yang masuk ke dalam goa. ”Kita berharap pengaturan wisatawan untuk memasuki goa diatur sedemikian terencana agar pergantian antarpengunjung tidak terlalu lama,” imbuhnya.

Libur Lebaran yang dimanfaatkan untuk berwisata diperkirakan mulai Kamis (06/06/2019) sampai Minggu (09/06/2019). Karena libur sebelum Lebaran banyak digunakan untuk kegiatan belanja.

Pihaknya berharap agar para pelaku wisata dapat memanfaatkan singkatnya masa libur Lebaran tahun ini terutama pada pelaku usaha kuliner. Dari pengalaman yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir banyak wisatawan yang berkunjung di sejumlah objek wisata, tetapi minim yang menjajakan uangnya di lokasi wisata. ”Hal Ini harus disikapi secara kreatif dan inovatif oleh para pelaku usaha,” ucapnya.

Selama ini, untuk menunjang kegiatan masyarakat terkait dengan kepariwisataan, para pelaku usaha kuliner sudah banyak diberikan berbagai pelatihan, meskipun diakui bahwa hingga saat ini belum banyak berdampak. Terkait dengan prediksi sejumlah objek wisata akan dipadati wisatawan, Dinas Pariwisata Gunungkidul juga sudah melakukan berbagai antisipasi bekerja sama dengan pihak terkait termasuk jejaran kepolisian.

Jika nantinya sepanjang jalan menuju objek wisata terjadi kepadatan arus lalulintas akan dilakukan rekayasa lalu-lintas agar mereka yang bertujuan ke objek wisata tidak mengalami kemacetan di jalan. (Bmp)