Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 24 Mei 2019 / 16:30 WIB

Ditemukan Beras Busuk di Gudang, Tidak Patuhi SOP?


JAKARTA, KRJOGJA.com - Baru-baru ini ditemukan ada beras turun mutu atau busuk sebanyak 6.800 ton di Bulog Divre Sumsel dan Babel. Temuan ini diduga akibat adanya ketidakpatuhan terhadap aturan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

"Sebetulnya masalah beras busuk dalam gudang-gudang Bulog dapat dicegah apabila penanganan beras di gudang Bulog tepat sesuai skema first in first out (FIFO) alias beras yang lebih dulu masuk gudang, lebih dulu juga keluar gudang,” kata Direktur Utama Perum Bulog periode 2009-2014, Sutarto Alimoeso, Jumat (24/5).

Sutarto mengemukakan, sebenarnya selama ini Bulog sudah memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas terkait stok beras. Salah satunya diwajibkan skema FIFO. Data beras dari tiap gudang pun sebenarnya sudah bisa diakses secara online hingga ke pimpinan tertinggi. Dengan demikian, seharusnya penanganan yang tepat bisa selalu dilakukan.

"Bahkan tiap hari yang namanya data itu sampai ke dirut itu ada. Online kok. Jadi tahu di gudang A ada berapa, gudang B ada berapa. Kekuatan gudang A berapa. Makanya, biasanya sebelum rusak dilakukan reproses,” kata Sutarto yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi).

Menurutnya, untuk masalah ini perlu dilakukan audit guna menelusuri bagaimana bisa beras tersebut dapat mengalami kondisi tak layak tersebut. "Kepala gudangnya harus diperiksa khusus. Atasannya juga harus diperiksa. Jadi berantai itu. Bisa saja kelemahannya itu di pengawasan internal, yang mulai dari bawah sampai ke SPI, Satuan Pengawas Internal,” ujarnya.

Dirinya mengakui, banyak pihak nakal di Bulog. Karena itu, kepemimpinan memegang peranan sangat vital guna bisa menindak tegas penyelewengan yang terjadi. Tidak terkecuali soal kesalahan penanganan beras hingga membuat stok beras membusuk.

Sutarto mencontohkan, dulu ia tidak segan memecat dan menurunkan jabatan seseorang di internal Bulog jika kedapatan melakukan penyimpangan. Total selama 5 tahun menjabat ia telah memecat 84 orang dan menurunkan lebih dari 70 orang dari jabatannya karena menemukan bukti penyelewengan. Diharapkan ketegasan yang sama dapat dilakukan saat ini dengan kondisi banyak ditemukannya beras busuk. (Lmg)